Terkait Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang, Kemenag Stop Bantuan Dana untuk Ponpes Shiddiqiyyah

Kementerian Agama mengambil langkah tegas pasca penangkapan Moch Subchi Al Tsani, pelaku pencabulan santriwati Ponpes Shiddiqiyyah, Jombang.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim, Mohammad Asadul Anam ketika ditemui di Kanwil Kemenag Jatim, Jumat (8/7/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah tegas pasca penangkapan Moch Subchi Al Tsani alias MSAT atau Mas Bechi, pelaku pencabulan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang pada Kamis (7/7/2022).

Selain mencabut izin operasional, Kemenag juga menghentikan sementara bantuan dana operasional ponpes yang dicairkan rutin setiap satu semester.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim, Mohammad Asadul Anam menyampaikan, tempat tersebut murni menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah atau PKPPS.

"Di sana tidak ada sekolah atau madrasah, yang ada pendidikan kesetaraan ponpes, dengan tingkatan Ula, Wustho dan Ulya," terang Mohammad Asadul Anam ketika ditemui di Kanwil Kemenag Jatim, Jumat (8/7/2022).

Menurutnya, ada beberapa hal penting sebelum mendirikan pesantren. Pertama terkait lima poin seperti kiai, santri, kitab kuning, tempat beribadahdan asrama untuk santri menginap. Poin tersebut terpenuhi oleh Ponpes Shiddiqiyyah.

"Tak ketinggalan asas kebangsaan dan asas kemaslahatan. Asas kemaslahatan ini tidak terwujud, terjadi berlawanan dengan kenyataan. Sehingga, Kemenag RI mencabut izin operasional pesantren termasuk PKPS," katanya.

Mengenai besaran nilai bantuan dana operasional pondok pesantren, Asadul Anam menyebut setara dengan bantuan BOS yang ditangani oleh pusat. Dari wilayah setempat hanya bersifat mengajukan.

"Untuk nominalnya sendiri diturunkan langsung atau ditangani oleh pusat. Jumlahnya tidak sampai miliaran. Dicairkan setiap 6 bulan," pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved