UPDATE PEMBUNUHAN SUBANG
KASUS SUBANG TERBARU: Ahli Forensik Ungkap Dugaan Motif, dr Hastry Sebut Pelaku Nikmati Proses
dr Sumy Hastry Purwanti, ahli forensik kasus pembunuhan Subang mengungkap motif pelaku dan menyebutnya menikmati proses menyakiti.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Perlahan, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang semakin menemui titik terang.
Paling baru, tak hanya alat bukti pelaku saja yang ditemukan, namun juga dugaan motif diungkap ahli forensik.
dr Sumy Hastry Purwanti, ahli forensik yang menangani kasus pembunuhan Subang, sempat membahas petunjuk baru itu dalam kanal Youtube milik Anjas Thailand.
Baca juga: UPDATE KASUS SUBANG, Wajah Korban Tuti Luka Parah Ulah Psikopat dan Perhiasan Dibawa Anak Yoris
Dalam tayangan itu, dr Hastry, sapaan akrabnya, menyebut jika pelaku adalah seorang psikopat.
dr Hastry menduga hal itu lantaran pelaku dinilai menikmati proses untuk menyakiti korban.
Melansir Tribun Jabar, hasil visum yang telah dirilis, menunjukkan bahwa pelaku adalah seorang psikopat.
Anjas mengaku telah melihat kondisi kedua korban lewat foto-foto yang didapatnya.
Anjas mengungkap Amalia mendapatkan luka dan bengkak di sekujur tubuhnya, termasuk di bagian matanya.
Selain itu, Tuti ternyata mendapatkan luka yang lebih parah hingga menyebabkan tengkoraknya retak.
Dari luka-luka yang didapatkan kedua korban, pelaku secara keji menyakiti terlebih dahulu.
“Dari kedua kondisi terakhir itu menurut aku menunjukkan bahwa tujuan utamanya memang menghabisi, tapi untuk proses ke sananya seperti para pelaku itu sangat menikmati proses untuk menyakiti.”
“Dengan luka-luka yang didapatkan kedua korban itu sudah sangat jelas, mereka itu disakiti,” ujar Anjas.
Anjas menyimpulkan kedua korban terlebih dahulu disakiti menggunakan benda-benda tumpul.
Dari dugaan itu, Anjas pun membahas hal tersebut dengan dr Hastry, ahli forensik yang menangani kedua korban.
Berdasarkan hasil visum dilakukan dr Hastry, ahli forensik itu pun menyebut indikasi sosok pelaku yang Psikopat.
“Psikopat, soalnya jelas sekali, luka-luka yang dibuat ke korban itu,”
“Itu sesuatu yang memang mempengaruhi dia secara kepribadian,” ungkap dr Hastry.
Hal lain, dr Hastry juga mengungkap adanya motif pelaku.
Ia menindikasikan dari luka-luka korban, ada kekesalan saat pelaku menghabisi kedua korban.
"Yang saya yakini, pembunuh ini sangat membenci sekali ke Bu Tuti, karena lukanya parah di bagian wajah," ujarnya.
Lebih lanjut, dr Hastry menjelaskan proses pengungkapan kasus Subang tersebut.
Ahli forensik itu mengaku telah berjuang dengan caranya sendiri, apapun itu untuk keadilan korban.
Namun, dr Hastry tak memungkiri selama proses pengungkapan terdapat kendala.
Ia menyebut terdapat hal-hal yang membuat proses pengungkapan kasus mentok.
Baca juga: KASUS SUBANG TERBARU: Pelaku Diduga Psikopat Setelah Bukti Ketemu, Yosef Desak Danu Bicara
Peninggalan Perhiasan Tuti dan Amalia
Suami Tuti Suhartini dan ayah Amel ini menyebut perhiasan istri dan anaknya itu sudah diberikan kepada Zia, cucu semata wayangnya, anak Yoris Raja Amanullah dan Yanti Jubaedah.
Hal itu dilakukan karena dia tahu Amel dan Tuti sangat menyayangi Zia.
"Satu pun tidak dikasihkan ke Ibu Mimin," tegas Yosef dikutip dari channel youtube Koin Seribu 77.
Diterangkan Yosef, semua perhiasan milik Tuti dan Amel itu sudah diberikan ke Yanti, dititipkan untuk nantinya diberikan kepada Zia.
"Yang namanya manusia bisa meninggal, tapi ruh tidak akan meninggal. Tetap akan melihat keadaan sebenarnya.
Bapak tidak mau membohongi hati. Perhiasan apapun bapak kasihkan, titipkan untuk cucu," ungkapnya.
Diakuinya, sebenarnya ada satu perhiasan milik Tuti yang jatuh di halaman. Setelah ketemu perhiasan itu oleh Yoris dititipkan kepada Ny Ida, ibu angkat Danu.
"Itu menurut penuturan Yoris. Yoris tidak mungkin berbohong," ujar Yosef.
Yosef meyakinkan, selain tidak memberikan satupun perhiasan ke Mimin, dia juga tidak pernah memberikan kemewahan seperti mobil untuk istri mudanya itu.
"Jangankan mobilnya, ban nya juga tidak pernah beri ke bu mimin. Mobil semuanya ada untuk mamanya, Amel dan Yoris," ungkapnya.
Terkait kabar yang beredar, Yosef mengaku ikhlas difitnah.
"Biar lah Allah yang tahu segalanya," katanya.
Saat ini yang penting baginya, polisi bisa segera merilis tersangka kasus Subang ini, demi keadilan untuk kedua almarhumah.
Bagaimana jika tersangka tersangka adalah orang dekatnya?
Yosef bertekat tidak akan pandang bulu dan menyerahkan sesuai proses hukum yang berlaku.
"Bapak tidak bisa intervensi menutupi apa yang terjadi," tegasnya.
Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id