Berita Surabaya
Ancaman Penyakit Mulut dan Kuku, WK DPRD AH Thony: Sapi Masuk Surabaya Harus Sertakan Surat Sehat
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony sidak mendatangi Perusahana Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
Jadi, daging sapi tetap aman dikonsumsi asal proses penyembelihan sesuai prosedur kesehatan hewan.
Namun, demi memastikan keamanan, RPH harus ikut mencegah virus PMK tidak makin meluas di Surabaya.
Siagakan Dokter
Dirut PD RPH Fajar Arifianto Isnugroho mengakui bahwa wabah PMK bedampak pada psikologis masyarakat.
Padahal dengan pemotongan yang sesuai SOP, dengan lingkungan terjaga, pemberian vitamin pada hewan, semua akan aman.
Dia menyampaikan, setiap hari dua dokter hewan standby memeriksa kondisi hewan.
Pengecekan sebelum dipotong menjadi hal wajib untuk melihat gejala klinis sapi.
Jika tidak ditemukan, berarti sapi tergolong sehat.
Dokter tersebut juga bertugas menyuntikkan vitamin tiap hari untuk sapi yang akan disembelih.
Saat ini, RPH Surabaya tidak menerima sapi dari daerah-daerah yang dianggap banyak tersebar PMK.
Selain itu, pembersihan rutin dilakukan sesuai prosedur, termasuk penyemprotan desinfektan di ruang potong, tempat pencacahan daging, saluran pembuangan, dan kandang.
Jelang Idul Adha kali ini, dua dokter hewan disiagakan tiap hari untuk melakukan pemeriksaan dan pengontrolan pada sapi.
Tujuannya, untuk melakukan penyuntikan vitamin setiap hari kepada sapi yang akan disembelih.
Fajar manargetkan dalam satu hari RPH melakukan pemotongan 70 ekor.
Jumlah tersebut memang dibatasi demi menjaga kualitas.
“Jadi, kami memastikan untuk Idul Adha kali ini, daging-daging di RPH sudah aman dikonsumi. Hal itu sejalan dengan misi kami untuk memberikan hewan qurban yang sehat, terjaga, dan terawat,” ungkap Fajar.