Berita Lamongan
Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Kodim 0812 Gandeng BPBD Lamongan Semprot Disinfektan di Pasar Hewan
Sebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan tinggal menyisakan 3 kecamatan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
Berita Lamongan
SURYA.co.id l LAMONGAN - Sebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan tinggal menyisakan 3 kecamatan.
Terdata sebanyak 2900 ekor sapi terjangkit PMK.
Dengan sebaran PMK yang belum terkendali sampai saat ini.
Mendapati kenyataan itu, Dandim 0812 Lamongan, Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf lebih intens mengerahkan anggotanya, termasuk yang ada di Koramil.
Sasarannya, tidak hanya di kandang peternak, serta edukasi, anggota Kodim 0812 sampai harus menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meminimalisir penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Selain melakukan pengobatan dan pendataan hewan tertular, personel TNI dan BPBD memperluas cakupan, yakni melakukan penyemprotan disinfektan dam ke beberapa tempat yang dinilai riskan.
Seperti yang dilakukan Koramil 0812/04 Tikung, petugas gabungan melakukan di Pasar Hewan Kecamatan Tikung Lamongan.
"Ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan," kata Dandim Endi, Jumat (17/6/2022).
Dandim mengapresiasi Danramil 0812/04 Tikung, Lettu Inf Taman yang turut serta turun mendampingi anggotanya saat melalukan kegiatan penyemprotan.
Ia mengimbau pada anggota untuk tidal pernah berhenti melakukan upaya pencegahan penyebaran PMK.
"Sinergitas yang sudah terjalin ini akan terus kita lakukan untuk membantu pemerintah dalam penanganan pencegahan PMK dengan melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi sentra peternakan," ungkapnya.
Sebelum Idul Adha, penularan PMK bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya penyakit tersebut.
Selain itu, para pedagang juga bisa menikmati penjualan hewan ternaknya di hari menjelang Idul Adha.
Jika PMK dapat dikendalikan, akan mampu mendongkrak harga ternak.