Capres 2024

BREAKING NEWS - Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo Kandidat Capres 2024 dari NasDem

Rakernas Partai NasDem memutuskan merekomendasikan tiga nama kandidat capres 2024, yakni Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo.

Editor: Iksan Fauzi
tangkapan layar
Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo Kandidat Capres 2024 NasDem 

Begitu masuk ke dalam mobil, Anies langsung membuka kaca mobil dan mengeluarkan tangannya sambil mengacungkan jempolnya ke arah awak media.

Sejumlah nama yang direkomendasikan DPW Partai Nasdem dalam Rakernas tidak sepenuhnya akan menjadi capres dari Nasdem.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjelaskan nama yang paling banyak diusulkan oleh DPW belum tentu dipilih oleh DPP sebagai capres Nasdem.

Ia menjelaskan pembobotan capres Nasdem nantinya bukan berdasarkan voting melainkan musyawarah mufakat. Setiap nama yang diusulkan memiliki bobot yang sama.

Adapun sejumlah nama yang mendominasi suara DPW yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Erick Thohir.

"Belum tentu (dipilih), karena pada dasarnya pembobotan yang dicalonkan itu sama, siapa pun itu," ujar Surya Paloh di sela Rakernas Partai NasDem 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (16/6/2022). Dikutip dari Antara.

Terpisah Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate menyatakan pengambilan keputusan dalam rekomendasi calon presiden dari 34 DPW tidak didasarkan pada sistem pemungutan suara.

Artinya, DPP tidak melihat berapa banyak suara yang direkomendasikan untuk satu figur tertentu. Nama yang diusulkan juga tidak dikelompokkan dalam peringkat.

Sejumlah nama yang diusulkan oleh DPW nantinya akan digodok oleh DPP hingga ada tiga nama dan selanjutnya akan dipilih satu nama oleh ketua umum.

Johnny juga menjelaskan selain nama yang diusulkan DPW, DPP juga akan mengusulkan nama capres dari Nasdem.

"Perlu dicatat bahwa dalam pengambilan keputusan rekomendasi oleh panitia pengarah tidak dilakukan atas dasar pemungutan suara, namun mengacu pada tatib yang telah disampaikan, yaitu musyawarah untuk mufakat," ujarnya.

Reaksi PDIP

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto mengibaratkan para kader PDI-P sebagai sebuah akar yang dipersatukan dengan kesamaan gagasan.

Sebagai partai politik, kata Hasto, partainya menegakkan etika berpolitik dengan tidak mencabut akar yang berwarna lain.

“Jadi kalau akar kita bergerak, di sana ada akar kuning, kita berbelok. Karena masih banyak akar lain. Misal ketemu akar NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PAN (Partai Amanat Nasiona), kita berbelok,” kata Hasto di Sekolah Partai PDI-P, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2022).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved