Berita Malang Raya
Penanganan PMK Lambat, Ribuan Sapi di Tiga Kecamatan Malang Barat Dikubur Massal
Ribuan ternak sapi di tiga kecamatan Malang Barat, yaitu Pujon, Ngantang dan Kasembon mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
Satu sapi yang produktif dihargai Rp 20 juta. Kata Sodikul, jika seluruh sapi di tiga kecamatan Malang Barat dijumlahkan, maka nilai ekonomisnya bisa mencapai Rp 1 triliun.
"Kami tidak mau saling menyalahkan dalam situasi seperti ini, tapi memang salah satu penyebab utama adalah kesiagaan kami mengendalikan kondisi. Kalau mau dibilang terlambat ya terlambat," ujar Sodikul yang juga warga Kecamatan Pujon.
Sapi-sapi yang mati dari Malang Barat didominasi sapi perah.
Saat ini, pendataan sedang dilakukan pihak desa. Pendataan tersebut diharapkan rampung dalam pekan ini.
Tingginya angka kematian sapi di kawasan Malang Barat mengakibatkan turunnya pasukan susu.
Sodikul memaparkan, di KOPSAE, koperasi terbesar di Kecamatan Pujon, produksi susu turun sejak tanggal 7 Juni 2022.
Dalam kondisi normal, produksi susu yang dikeluarkan mencapai 114 ton per hari, saat, ada penurunan produksi hingga 40 ton per hari.
Sapi produktif menghasilkan 10 hingga 11 liter susu per hari.
"Berdasarkan data sementara ini, masih saya asumsikan berdasarkan penurunan produksi air susu sapi perah, di tiga kecamatan, 80 persen yang terinfeksi adalah sapi perah," terangnya.
Anggaran Penanganan
Pimpinan DPRD Malang bersama Ketua Gugus Tugas PMK Kabupaten, Didik Gatot Subroto dan seluruh kepala desa dari tiga kecamatan Malang Barat melaksanakan rapat yang dilaksanakan di Cafe Sawah.
Rapat itu mengusulkan agar ada anggaran untuk penanganan PMK.
Anggaran bersumber dari APBD direkomendasikan senilai Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar.
Selain itu, juga ada bantuan dari APBD es senilai hingga Rp 200 juta.
Anggaran tersebut untuk membiayai penanganan PMK di Kabupaten Malang. Penanganannya seperti pemberian vitamin, obat-obatan dan kebutuhan lainnya.
"Anggaran bersumber dari APBD, pada rekening belanja tak terduga, itu akan diberikan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan," papar Sodikul.
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menampik pihaknya kewalahan dalam mengatasi wabah yang menyerang hewan ternak tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/memastikan-bebas-dari-paparan-Penyakit-Mulut-dan-Kaki.jpg)