Berita Lumajang

Pedagang Hewan Ternak di Lumajang Batal Raup Untung Idul Adha 2022 Akibat Penyakit Mulut dan Kuku

Harga hewan ternak di pasaran Lumajang rusak jelang Hari Raya Idul Adha 2022 akibat wabah penyakit  mulut dan kuku.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Pemkab Lumajang
Ilustrasi - Petugas Dinas Kesehatan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang ketika mengambil sample sapi yang sakit di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Jumat (3/6/2022). 

Berita Lumajang

SURYA.co.id | LUMAJANG - Harga hewan ternak di pasaran Lumajang rusak jelang Hari Raya Idul Adha 2022 akibat wabah penyakit  mulut dan kuku.

Sapi yang biasanya bisa dijual Rp 25 juta, sekarang turun menjadi separuh harga.

Belum lagi, banyak peternak yang kesulitan melakukan aktivitas berdagang, sebab sampai saat ini pasar hewan di Lumajang masih ditutup semua.

Karno salah seorang peternak dan pedagang sapi asal Desa Curah Petung, Kecamatan Kedungjajang mengaku gelisah di tengah kondisi serangan wabah penyakit mulut dan kuku.

Sebab, dari banyak pekerjaan yang digeluti setiap hari berdagang sapi adalah aktivitas yang paling diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Momen menjelang Idul Adha biasanya menjadi waktu memanen hasil kerja keras.

"Yang bisa dilakukan sekarang menahan diri tidak dijual sampai harga bagus lagi. Tapi ini juga dilematis, takut kalau sapiku tertular PMK," keluh dia.

Soleh, warga Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah juga mengalami hal serupa.

Harga sapi yang dipeliharanya telah dijual Rp10 juta, padahal sekitar 5 bulan lalu, ia membeli sapi tersebut seharga Rp12 juta.

"Sebenarnya sapi ku masih sehat. Cuma karena desakan ekonomi ya terpaksa dijual harusnya bisa Rp20 jutaan," ujarnya.

Potret ini menjadi bukti serangan PMK membuat geliat perdagangan sapi sekarang anjlok.

Alasannya bermacam-macam.

Namun yang spesifik, masyarakat banyak yang was-was mengonsumsi daging sapi.

Masyarakat khawatir daging yang beredar di pasaran dari hasil pemotongan sapi yang sakit, padahal daging sapi sakit gejala ringan aman dikonsumsi.

Yang penting mengolahnya secara benar dan tidak mengonsumsi jeroan atau bagian tubuh sapi yang terserang penyakit.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved