Berita Lumajang
Pemkab Lumajang Tutup Lagi Pasar Hewan, Peternak Disarankan Jual Sapi Via Online
Pemkab Lumajang memperpanjang penutupan pasar hewan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Berita Lumajang
SURYA.co.id | LUMAJANG - Pemkab Lumajang memperpanjang penutupan pasar hewan.
Keputusan tersebut diambil karena semua upaya pencegahan penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum terkendali.
Kasus PMK meningkat setiap hari, praktis peternak belum bisa menggunakan pasar hewan untuk berdagang.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyebut perpanjangan pasar hewan ditutup berakhir hingga minggu depan.
Penutupan itu dimaksudkan untuk membatasi lalu lintas perdagangan hewan ternak.
Sebab, penularan PMK bisa diakibatkan hewan ternak mengumpul di satu area.
Selama pasar hewan ditutup dari aktvitas jual beli, petugas satgas PMK akan lebih intens meyemprot disenfektan di setiap sudut-sudut pasar.
Tujuannya agar pasar steril ketika digunakan lagi untuk peternak berdagang.
"Jadi karena masih ditutup maka sterilisasi pasar hewan ini kami lanjutkan lagi seminggu ke depan, nanti kita lihat perkembangannya seperti apa," kata Thoriq.
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengimbau, agar peternak tidak berdagang di pinggir-pinggir jalan selama pasar hewan ditutup.
Transaksi seperti ini masih cukup berisiko, karena PMK bisa menular dari armada angkutan yang tidak bersih.
Oleh karena itu, dia lebih menyarankan agar peternak mulai berdagang secara online.
Model pemasaran ini menurutnya lebih sangat membantu.
Protokol tetap bisa dijalankan dan pembeli juga dapat memastikan kualitas sapi yang dibeli dalam kondisi sehat .
"Tinggal foto saja ditawarkan grup-grup media sosial, dan lebih aman dari penularan PMK," pungkasnya.