Sidang Sekolah SPI

Keterangan Saksi Ahli dokter Forensik & Psycholog Forensik Kurang Lengkap, Perlu Diuji Kebenarannya

Pengacara terdakwa JE menyebutkan apa yang disampaikan saksi ahli perlu diuji kebenarannya.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Kuasa hukum JE, Jefry Simatupang mempertanyakan BAP sampai bocor via WA. 

SURYA.CO.ID I MALANG - Sidang lanjutan dugaan asusila dengan terdakwa JE, salah satu pemilik sekolah SPI di Kota Batu di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang menghadirkan dua saksi ahli, Senin (6/6/2022).

Saksi ahli yang dihadirkan yakni dokter Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dan psycholog Forensik dari PTT Polda Jatim.

Ketika pemeriksaan dua saksi ahli yang berkompeten di bidangnya, Hakim Ketua Djuanto SH, MH didampingi hakim anggota Harlina Rayes SH MH serta Guntur Kurniawan SH, ingin menggali materi lebih untuk menguak dugaan pelecehan.

Tak terasa dari pemeriksaan kedua saksi yang cukup panjang, hingga sidang berjalan hampir lebih 3 jam.

Tim kuasa hukum JE, merasa puas dengan jalannya sidang perkara dugaan asusila yang terjadi di SPI Kota Batu.

Juru bicara tim pengacara JE, Philipus Sitompul SH MH, mengungkapkan kepuasan itu disampaikan kepada awak media usai mendampingi kliennya.

Saksi ahli yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) 2 ahli yakni ahli psycholog Forensik dan dokter Forensik, keduanya menerangkan bahwa pernah memeriksa terdakwa dan secara teori atau keilmuan.

Menurut Philipus ahli psycholog forensik, memeriksa korban hanya saja psycholog forensik tidak pernah memeriksa terdakwa, walaupun menurut psycholog forensik perlu sebenarnya memeriksa terdakwa.

“Psycholog forensik hanya memeriksa korban tidak pernah memeriksa terdakwa, walau menurut dia perlu tetapi tidak pernah dilakukan. Maka menurut kami hal itu kurang lengkap," ungkap Philipus Sitompul.

Pengacara terdakwa JE menyebutkan apa yang disampaikan saksi ahli perlu diuji kebenarannya.

“Hal-hal yang kurang lengkap tentu hasilnya tidak lengkap, kalau ada data pembanding yang lebih lengkap, maka tentu hasilnya bisa berubah,” tegas Philipus Sitompul, didampingi tim pengacaranya.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili Edy Sutomo SH MH, mengungkapkan dihadirkannya dua orang saksi ahli yakni dokter Forensik dari Rumah sakit Bhayangkara Surabaya dan Psycholog Forensik dari PTT Polda Jatim.

Dikatakan, kalau ahli Psychologi menerangkan apakah keterangan kelayakan korban saat diperiksa dan kejujurannya, sedangkan dokter forensik yang memeriksa kondisi tubuh korban.

“Keterangan yang disampaikan Ahli sesuai dengan keahliannya,” lanjutnya.

Edy Sutomo yang juga sebagai Kasi Intel Kejari Batu, menyebutkan untuk agenda sidang berikutnya mendengarkan keterangan saksi ahli dari Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang akan digelar dalam sidang lanjutan Rabu ( 8/6/2022).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved