Rabu, 22 April 2026

Berita Malang Raya

Cegah Penyakit Mulut dan Kuku Meluas, Ini Upaya Pemkot Batu

Di samping itu, Pemkot Batu mulai melakukan pengobatan simtomatis pada hewan yang terjangkit.

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/benni indo
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, Pemkot Batu meningkatkan upaya agar potensi penularan PMK di Kota Batu dapat ditekan. Sejauh ini, telah ada ribuan hewan ternak yang terjangkit PMK di Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, BATU – Pemkot Batu meningkatkan upaya pencegahan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Di samping itu, Pemkot Batu mulai melakukan pengobatan simtomatis pada hewan yang terjangkit.

Per Senin, 6 Mei 2022, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu mencatat ada 1.348 sapi dan kambing yang terjangkit PMK. 32 sapi dinyatakan mati dan 188 lainnya sembuh.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan petugas di lapangan rajin mengambil sampel untuk mengetahui diagnosa penyakit.

Di samping itu juga menentukan luasan sebaran penyakit dengan surveillance epidemiology serta menentukan kebijakan terkait kewaspadaan dini terhadap PMK.

Dipaparkan Punjul, salah satu kebijakan yang diambil yakni melakukan penetapan penutupan zona terdampak pada di setiap wilayah dengan radius 3 Km hingga 10 Km dari wilayah terdampak PMK.

"Juga sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait SOP pencegahan dan pengendalian PMK, menyiapkan vaksin PMK secara darurat, obat-obatan, desinfektan, APD serta memberikan, multivitamin untuk penguat dan antibiotik," bebernya.

Pemkot Batu bekerjasama dengan Polres Batu mengawasi wilayah perbatasan.

Polisi juga melakukan pengetatan, sampai penutupan lalu lintas kendaraan yang membawa ternak.

Pemkot Batu juga telah menutup pasar hewan dan rumah potong hewan mandiri.

"Kami menyiapkan lima dokter hewan. Sedangkan petugas teknis di tiap desa ada dua orang yang berjaga di posko.,” papar Punjul.

Kota Batu kekurangan dokter. Menurut Punjul, setiap desa atau kelurahan harus ada satu dokter hewan. Di Kota Batu, ada 19 desa dan 5 kelurahan.

Harapan Sembuh

Gung Endah Tuti Rahayu, memprakarsai metode penyembuhan menggunakan cairan Eco Enzim (EE).

Warga Desa Mojorejo ini menilai EE berpeluang bisa menjadi alternatif pengobatan terhadap hewan ternak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved