Berita Kediri

Seniman Blitar Ini Semalaman Melukis Wajah Bung Karno Diiringi Mocopatan dan Karawitan

Soni pernah mencatatkan di Museum Rekor Indonesia (Muri) pada 2015 dengan membuat lukisan selebar 10 meter dan tinggi 22 meter.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Pelukis Soni Yuliono dari Blitar semalam suntuk melukis wajah Bung Karno di Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (6/6/2022) dini hari. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Semalam suntuk pelukis Soni Yuliono, asal Blitar menyelesaikan lukisan potret wajah Bung Karno saat remaja di halaman Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Soni Yuliono memulai melukis wajah Bung Karno pada Minggu (5/6/2022) petang menjelang Magrib serta menyelesaikan lukisan pada Senin (6/6/2022) menjelang terbit fajar.

Uniknya saat menyelesaikan lukisannya, Soni diiringi dengan aneka tetabuhan mulai seni musik modern, pembacaan puisi, seni mocopatan sampai dengan seni karawitan.

Soni memilih untuk melukis wajah Bung Karno saat berusia remaja dengan memakai blangkon.

Seperti diketahui Bung Karno menghabiskan masa kecilnya di rumah Desa Pojok, Kecamatan Wates.

Rumah tempat masa kecil Bung Karno telah diberi nama Rumah Persada Sukarno yang diresmikan oleh Guruh Sukarno Putra selaku Ketua Yayasan Bung Karno pada 28 Oktober 2015.

Baca juga: Pemkab Tulungagung Usulkan Perubahan Exit Tol Kediri-Tulungagung, Ini Kata Bupati

Lukisan sosok Bung Karno remaja dilukis di atas kanvas ukuran 1 x 1,2 meter menggunakan aneka pewarnaan.

Lukisan diselesaikan dalam waktu sekitar 11 jam non stop.

Soni Yuliono menjelaskan, kegiatan melukis wajah Bung Karno dimulai menjelang Magrib dan selesai menjelang terbit fajar.

"Ini terkait dengan sebutan beliau sebagai Putra Sang Fajar. Waktu saat lahirnya menjelang fajar," ungkapnya.

Sementara model lukisan Bung Karno dilukis saat usia remaja dengan aliran realis.

"Ini tantangan saya dalam semalam harus menyelesaikan lukisan realis," tambahnya.

Sementara berkaitan dengan iringan alunan musik hingga dini hari dilakukan untuk melestarikan budaya.

Selain itu untuk menambah konsentrasi dalam melukis sosok leluhur ada penyatuan sehingga fokus konsentrasinya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved