Jumat, 17 April 2026

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

UPDATE KASUS SUBANG, 5 Manuver Yoris Cabut Pengacara 2 Kali hingga Pecat Bendahara Sekolah, Ada Apa?

Ini lah sejumlah manuver Yoris Raja Amanullah yang terekam selama penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. 

Editor: Musahadah
kolase youtube kompas TV/tribun jabar
Yoris Raja Amanullah akhirnya pecah kongsi lagi dengan Yosef. Urusan yayasan diduga menjadi penyebabnya. Berikut update kasus subang! 

Apalagi pencabutan tersebut disampaikan melalui pesan singkat dan dianggap tidak etis. Hingga akhirnya, tim kuasa hukumnya minta Yoris berkirim surat secara resmi.

"Tanggal 24 Desember lalu, katanya Yoris sudah mencabut kuasa dari tim kuasa hukum sebelumnya yaitu Achmad Taufan dan langsung memberikan surat kuasa kepada kami," ucap Rohman Hidayat kepada TribunJabar.id di Subang, Senin (27/12/2021).

Ia sangat menyambut baik Yoris yang sudah bergabung dengan kuasa hukum ayahnya, Yosef.

"Kalau bergabung gini, sudah tidak ada saling curigalah antara orang tua bersama dengan anak," katanya.

Sementara itu, Yosef yang mengetahui kabar anaknya saat ini bergabung, kata Rohman, juga ikut senang.

Menurut Rohman Hidayat, itu merupakan keinginan Yosef sejak awal kasus Subang.

"Pak Yosef tidak keberatan justru senang apabila anaknya, Yoris, didampingi kami. Memang sejak awal niatnya juga begitu. Kami menawarkan pendampingan untuk Yoris," ujar Rohman Hidayat.

4. Kuasai yayasan, pecat bendahara

Yoris Raja Amanullah dan sosok Mr x yang nomornya diblokir. Mr x merupakan eks bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional dan mengaku berhubungan baik dengan korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Yoris Raja Amanullah dan sosok Mr x yang nomornya diblokir. Mr x merupakan eks bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional dan mengaku berhubungan baik dengan korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. (Kolase tangkapan layar)

Setelah bergabung kembali dengan Yosef, Yoris pun kembali menjadi ketua yayasan Bina Prestasi Nasional. 

Keputusan Yoris kembali ke yayasan akhirnya memakan korban. 

Mr X, bendahara SMP dan SMK Bina Prestasi Nasional yang sebelumnya ditunjuk sebagai pengganti Amel, tiba-tiba dipecatnya. 

Mr X mulai masuk Yayasan Bina Prestasi Nasional tahun 2018 dan diangkat menjadi bendaharea SMK dan SMP pada Septembet 2021, atau sebulan setelah pembunuhan Tuti dan Amel.  

Dalam SK pengangkatan yang keluar pada Oktober 2021, Mr X menggantikan jabatan yang ditinggalkan Amel setelah dibunuh.      

Setelah menjabat bendahara, Mr X langsung mengecek data siswa yang ada di laptop sekolah. 

Ternyata saat itu ada pengurangan jumlah siswa sekitar 150 siswa dari sebelumnya 400 an siswa.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved