Selasa, 2 Juni 2026

Penipuan Trading

SOSOK Daniel Abe, Bos Robot Trading DNA Pro Akademi Raup Rp 551 Miliar dari 3.621 Korban: Minta Maaf

Penyidik Bareskrim Polri telah menangkap para tersangka dugaan penipuan trading bermodus aplikasi Robot Trading DNA Pro Akademi.

Tayang:
Editor: Iksan Fauzi
KOMPAS.com/RAHEL NARDA
Tersangka kasus penipuan via aplikasi robot trading DNA Pro Akademi, Daniel Abe, dalam konferensi pers pengungkapan kasus DNA Pro di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (27/5/2022). SOSOK Daniel Abe, Bos Robot Trading DNA Pro Akademi Raup Rp 551 Miliar dari 3.621 Korban: Minta Maaf 

SURYA.co.id | JAKARTA – Penyidik Bareskrim Polri telah menangkap para tersangka dugaan penipuan trading bermodus aplikasi Robot Trading DNA Pro Akademi.

Selama beroperasi, Robot Trading DNA Pro Akademi telah meraup sedikitnya Rp 551 miliar dari 3.621 korban.

Di balik penipuan Robot Trading DNA Pro Akademi, ada sosok Daniel Abe selaku Direktur Utamanya. 

Setelah ditangkap polisi, Daniel Abe meminta maaf kepada para korbannya.

Ia berdalih, Robot Trading DNA Pro Akademi awalnya berjalan lancar.

Namun, karena tingginya minta masyarakat, akhirnya mengalami kendala hingga terjadi sistem piramid yang merugikan para korban.

Di Bareskrim Polri, Jakarta, Daniel Abe mengenakan baju tahanan berwarna oranye saat Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim menggelar konferensi pers kasus DNA Pro.

"Saya Daniel Abe selaku Direktur Utama DNA Pro saya meminta maaf sebesar-besarnya untuk para kolega, kepada keluarga, kepada member,” kata Daniel dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Kronologi

Daniel mengakui kesalahannya terhadap para anggota aplikasi DNA Pro Akademi.

Ia juga mengatakan, dirinya telah bertanggug jawab atas perbuatannya itu.

Ia menjelaskan, aplikasi DNA Pro awalnya berjalan lancar.

Namun, ia mengeklaim, akibat sistem yang tidak siap, belakangan aplikasi itu membuat para anggotanya merugi.

“Awalnya, aplikasi dan itu memang sangat baik. Tapi memang berkembangnya pesat untuk member, dan ketidaksiapan sistem kami maka terjadilah skema piramida itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Daniel yang mengenakan pakaian tahanan, mengapresiasi Bareskrim Polri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved