Kamis, 4 Juni 2026

Berita Tulungagung

Pengendara Ketakutan, Ada Api Berkobar dari Kolong Jembatan Ngujang 1 Tulungagung, Ini yang Terjadi

Api berkobar dari kolong Jembatan Ngujang 1 Kabupaten Tulungagung sebelah selatan, Jumat (28/5/2022), sekitar pukul 16.00 WIB.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Kobaran api yang keluar dari kolong Jembatan Ngujang 1 Kabupaten Tulungagung sebelah selatan, Jumat (28/5/2022). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Api berkobar dari kolong Jembatan Ngujang 1 Kabupaten Tulungagung sebelah selatan, Jumat (28/5/2022), sekitar pukul 16.00 WIB.

Kobaran api sempat membuat para pengendara dari arah utara (Kediri) ketakutan dan menghentikan kendaraannya di mulut jembatan.

Ternyata, kKobaran api ini berasal dari barang-barang milik para gelandangan yang ada di bawah jembatan.

"Kemungkinan ada yang membakar ini," ucap Ribut Katenan, juru kunci Makam Ngujang yang ada di sebelahnya.

Ribut mengatakan, sebelumnya ada dua gelandangan di bawah Jembatan Ngujang 1.

Salah satunya adalah MUT, seorang perempuan PSK liar yang berusia 60 tahun.

Satunya lagi TO, seorang laki-laki 60 tahun tukang mencari barang bekas.

Namun sepengetahuan Ribut, keduanya sudah satu bulan tidak tinggal di lokasi ini.

Namun barang-barang mereka, seperti kain bekas pakaian, bekas selimut, busa dan alat masak masih ditinggal di bawah jembatan.

Karena itu, Ribut meyakini ada orang yang sengaja membakar barang-barang itu.

"Karena sebelumnya juga ada yang membakar pohon di Makam Ngujang. Kemungkinan orang yang sama yang membakar barang para gelandangan itu," sambung Ribut.

Kobaran api menggosongkan kolong Jembatan Ngujang 1 bagian selatan. Baja-baja rangka jembatan ikut gosong.

Demikian juga beton badan jembatan di atas kolong juga menghitam karena terbakar.

"Dulu memang ada kabel listrik di sini, tapi sudah lama dipindahkan. Jadi saya  yakin bukan karena arus listrik," tegas Ribut.

Jembatan Ngujang 1 sangat vital, karena berada di akses utama Tulungagung-Kediri.

Jembatan ini melintasi Sungai Brantas, menghubungkan Kecamatan Kedungwaru di selatan dan Kecamatan Ngantru di utara.

Kebakaran ini berpotensi mengurangi kekuatan rangka jembatan, karena rangka bajanya terpanggang api.

Api baru padam setelah satu mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi.

Baja-baja yang terbakar terus mengepulkan asap, setelah disemprot air.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved