Berita Surabaya

Antisipasi Hepatitis Akut di Sekolah, Pemkot Surabaya Latih Siswa Jadi Agen Pencegahan

Pemkot Surabaya serius mengantisipasi penyebaran kasus hepatitis akut. Di antaranya, melalui pendekatan siswa di sekolah.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara Diseminasi Pola Hidup Bersih, Sehat dan Sekolah Ramah Anak yang digelar Dinas Pendidikan Surabaya, Jumat (27/5/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya serius mengantisipasi penyebaran kasus hepatitis akut. Di antaranya, melalui pendekatan siswa di sekolah.

Data Kementerian Kesehatan terkait situasi nasional hepatitis di Indonesia hingga tanggal 23 Mei 2022, kasus kumulatif dugaan Hepatitis akut ada 35 kasus. Sebanyak 18 kasus di antaranya discarded serta ada 16 kasus probable dan pending classification.

Sedangkan 16 kasus ini tersebar di 10 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Banten, DIY dan Sulawesi Selatan.

Sekali pun telah masuk Jatim, Surabaya memastikan belum menemukan kasus tersebut. Walaupun demikian, Pemkot melakukan antisipasi termasuk melalui sekolah.

Dinas Pendidikan Surabaya pun menggelar Diseminasi Pola Hidup Bersih, Sehat, dan Sekolah Ramah Anak, Jumat (27/5/2022).

Menjadi rangkaian dari Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729, acara ini diisi oleh perwakilan Satgas Kewaspadaan Hepatitis Ikatan Dokter Anak Indonesia, Surabaya Children Crisis Center, hingga akademisi. Sasarannya, warga sekolah dari Pendidikan Usia Dini hingga SMP, serta masyarakat umum.

"Kami mengingat kan untuk meningkatkan pola hidup sehat," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, Jumat (27/5/2022).

Karena banyak menjangkiti anak, ia menyebut peran penting siswa dalam antisipasi ini.

"Bagaimana keterlibatan anak soal ini. Harapan kami, di tahun ajaran baru yang tinggal beberapa bulan lagi, bisa berkomitmen sama untuk mengantisipasi ini," katanya.

Di tiap sekolah, akan ada sosialisasi. Nantinya, para siswa akan bertugas melakukan sosialisasi kepada siswa lainnya hingga penanganan dini.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai antisipasi. Mulai mencuci tangan,  memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan Menghindari kontak dengan orang sakit.

Untuk menyiapkan para siswa, Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB). Mereka akan memberikan sosialisasi di sekolah.

"Kalau belum paham hepatitis, akan ada Dinkes yang sosialisasi. Nanti ada materi tentang cuci tangan yang sehat, pola hidup sehat, hingga mengenal tanda maupun ciri hepatitis," jelas Yusuf.

Para siswa ini lantas juga akan memberikan sosialisasi kepada siswa lainnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved