Dugaan Kekerasan Seksual SPI

Saksi Kekerasan Seksual Sekolah SPI Tahunya dari Link Pemberitaan Berita

Dalam keterangannya di persidangan, para saksi menyatakan tidak pernah mengetahui adanya kekerasan seksual seperti halnya dakwaan Jaksa.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Jeffry Simatupang, kuasa hukum JE 

SURYA.CO.ID I MALANG - Sidang dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah Selamat Pagi (SPI) Batu, terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (25/5).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edi Sutomo dalam lanjutan sidang menghadirkan dua saksi fakta dalam perkara ini.

Mereka antara lain DTH dan S.

"Ada dua saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum, yakni DTH dan S, Untuk saksi DTH, merupakan seorang guru di SPI Batu. Sedangkan saksi S, adalah bagian pembangunan dan perawatan sekolah SPI Batu," ungkap Edi Sutomo.

Dalam keterangannya di persidangan, para saksi menyatakan tidak pernah mengetahui adanya kekerasan seksual seperti halnya dakwaan Jaksa.

Para saksi memastikan tidak permah melihat atau mendengar perbuatan tersebut selama berada di sekolah.

Dijelaskan Edi, Kedua saksi baru mengetahui isu itu melalui pemberitaan media yang massif pada awal-awal pelaporan.

"Mereka mengetahuinya dari link berita yang didapatnya," jelas Edi.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa JE, Jeffry Simatupang, makin optimistis tuduhan pencabulan pada kliennya.

Itu belum bisa dibuktikan. Dia tetap optimistis bahwa JE tidak bersalah dalam perkara ini.

"Tim kuasa hukum tetap yakin klien kami tidak bersalah. Kami berharap, persidangan ke depan berjalan dengan lancar. Itu saja, sampai pada pembelaan, di saat waktunya kami untuk membuktikan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved