Berita Surabaya

Terapkan Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri, Smekdors Bekali Kompetensi Tenaga Pendidik

Kurikulum Merdeka sepanjang tahun 2021 hanya bisa diterapkan SMK Pusat Keunggulan (PK) yang dipilih langsung oleh Kemendikbudristek.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Smekdors
Pengamat Pendidikan, Bukik Setiawan Workshop Implementasi Merdeka Belajar, Selasa (24/5/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kurikulum Merdeka sepanjang tahun 2021 hanya bisa diterapkan SMK Pusat Keunggulan (PK) yang dipilih langsung oleh Kemendikbudristek.

Sayangnya jumlah SMK yang ditunjuk sebagai Pusat Keunggulan masih terbatas, sehingga tak sedikit SMK yang memilih jalur mandiri belajar untuk bisa menerapkan Kurikulum Merdeka ini.

Salah satunya SMK Dr Soetomo Surabaya (Smekdors).

Kepala Smekdors, Juliantono mengungkapkan dipilihnya merdeka mandiri karena Kurikulum Merdeka diwajibkan Kemdikbudristek.

Sebagai salah satu persiapan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka ini yaitu menyiapkan pemahaman para tenaga pendidik sebelum implementasi dijalankan.

"Rencananya akan mulai kami terapkan pada tahun ajaran 2022/2023 bisa diterapkan di bulan Juni," ujar dia usai Workshop Implementasi Merdeka Belajar, Selasa (24/5/2022).

Dijelaskan pria yang akrab disapa abah Anton ini, dalam kurikulum merdeka mandiri, ada banyak perubahan yang disiapkan sekolah.

Salah satunya istilah kompetensi keahlian dirubah menjadi konsentrasi keahlian.

"Pada kurikulum ini juga membutuhkan kemampuan guru dalam mengajar. Terutama untuk pembelajaran yang berbentuk project based learning," jelasnya.

Perubahan lainnya yakni penyesuaian jurusan yang dimiliki sekolah menjadi lebih spesifik dan terintegrasi dengan industri.

Seperti dirubahnya jurusan Multimedia jadi Produksi Siaran dan Televisi.

Selain itu, penyesuaian juga dilakukan karena adanya perubahan jam mengajar karena ada profil pelajar Pancasila.

"Pertimbangan kita merubah jurusan ini karena kita dari Smekdor punya branding swa-TV yang mengelola penyiaran live streaming jadi lebih mempermudah dari segi fasilitas dan tenaga guru," jelasnya.

Sementara itu, menurut Pengamat Pendidikan, Bukik Setiawan orientasi kurikulum merdeka ini berbeda dengan kurikulum 2013.

Pada penerapannya, kurikulum merdeka orientasinya pada siswa. Maka ada beberapa konsekuensi yang harus disiapkan sekolah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved