Berita Entertainment

BIODATA Dokter Terawan yang Tangani Tukul Arwana, Kabar Terbaru Sang Komedian Diungkap Vega Darwanti

Berikut profil dan biodata Dokter Terawan Agus Putranto yang kini menangani Tukul Arwana. Simak juga kabar Tukul yang diungkap Vega Darwanti.

Kolase instagram dan Tribunnews
Tukul Arwana (kiri) dan Dokter Terawan (kanan). Simak biodata Dokter Terawan Agus Putranto yang kini menangani Tukul Arwana. 

SURYA.co.id - Berikut profil dan biodata Dokter Terawan Agus Putranto yang kini menangani Tukul Arwana.

Kabar terbaru Tukul Arwana yang diungkap rekan seprofesinya, Vega Darwanti, juga bisa dilihat di akhir artikel ini.

Diketahui, Tukul Arwana kini ditangani oleh Dokter Terawan Agus Putranto menggunakan terapi cuci otak.

Bahkan rekan kerja Vega Darwanti itu juga akan mendapat suntikan vaksin nusantara.

Peneliti utama Vaksin Nusantara Kolonel Johnny mengonfirmasi kabar Tukul Arwana akan mendapat suntikan Vaksin Nusantara.

Johnny mengatakan Tukul sudah mendapatkan terapi stroke iskemik kronik yang dikenal sebagai Brain Washing (BW) atau Brain Spa (BS) dari dr Terawan beberapa waktu lalu.

Metode cuci otak Terawan itu dikenal sebagai Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) untuk tujuan terapi yang merupakan modifikasi Digital Subtraction Angiography (DSA).

Lantas, seperti apa profil dan biodata Dokter Terawan?

Terawan Agus Putranto lahir pada 5 Agustus 1964 dan pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Maju denngan masa jabatan 23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020.

Melansir dari Wikipedia, Terawan dulunya merupakan seorang dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan.

Selama masa pandemi, Terawan Agus Putranto merupakan penggagas vaksin nusantara yang diklaim mampu selesaikan COVID-19.

Ia pernah merumuskan 'Terawan Theory', yakni sebuah teori yang terkait dengan metode 'cuci otak' pada penderita stroke.

Ketika Pandemi COVID-19 mulai merebak, ia bekerja mengevakuasi 188 warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di kapal pesiar Dream World.

Ia juga mendapat kontroversi dari pemulangan dan karantina WNI dari Wuhan karena lokasi karantina terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, meskipun pemerintah Indonesia telah meyakinkan warga bahwa WNI yang dipulangkan tidak terinfeksi. Setelah masa karantina 14 hari, seluruh WNI dideklarasikan sehat dan tidak terinfeksi COVID-19.

Terawan juga dikritik karena menyatakan bahwa flu biasa lebih berbahaya daripada COVID-19, dengan menyatakan bahwa flu biasa memiliki jumlah kematian lebih tinggi dari COVID-19.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved