Travel

Selama Libur Lebaran 2022, Okupansi Vila di Songgoriti Kota Batu Capai 70 Persen Lebih

Liburan Lebaran 2022 kali ini betul-betul menjadi berkah bagi pelaku usaha wisata penginapan di Kota Batu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/benni indo
Jalan di kawasan wisata Songgoriti yang nampak sepi selama penerapan PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 Juli 2021. 

SURYA.CO.ID, BATU - Okupansi di kawasan vila Songgoriti Kota Batu naik hingga lebih dari 75 persen.

Liburan Lebaran 2022 kali ini betul-betul menjadi berkah bagi pelaku usaha wisata penginapan di Kota Batu.

Setelah dua tahun terseok-seok berjuang di tengah pandemi, baru tahun ini kondisi berubah menjadi lebih baik.

Ketua Paguyuban Villa Kota Batu, Indra Tri Ariyono mengatakan kondisi saat ini telah memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar. Meskipun secara umum belum sepenuhnya pulih.

Ia mengatakan, berdasarkan catatan yang ia buat, capaian okupansi di kawasannya telah mencapai 75 persen.

"Angka itu tercatat pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu. Sedangkan untuk rata-rata selama libur Lebaran okupansi kurang lebih 60 persen," ujarnya, Selasa (10/5/2022).

Harga sewa vila belum mengalami kenaikan yang signifikan mengikuti kenaikan harga bahan-bahan pokok.

Para pelaku usaha memasang tarif tetap antara Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu.

"Total anggota paguyuban sebanyak 320 anggota,” urainya.

Pihaknya berharap dengan keadaan yang semakin membaik ada dukungan pemerintah untuk kembali mempromosikan kawasan wisata Songgoriti.

Dengan begitu kunjungan ke daerah Songgoriti bisa menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur dan menginap.

Kawasan wisata Songgoriti sendiri pernah berjaya di era 90-an sebagai ikon wisata Kota Batu.

Kini destinasi wisata legendaris ini kian meredup seiring perkembangan zaman.

Arief mengatakan kawasan wisata yang kental dengan sejarah dan budaya seperti candi Songgoriti dan pemandian air panasnya akan gencar dipromosikan.

Diungkap Arief, Disparta berupaya menghidupkan wisata budaya di kawasan Songgoriti.

“Untuk itu, Disparta Kota Batu akan berikan dukungan melalui sarana dan prasarana, penyelenggaraan event dan bentuk dukungan yang lain. Kami juga telah melakukan komunikasi kepada masyarakat Songgoriti membahas rencana kerja, konsolidasi dan sebagainya untuk pembangkitan kawasan wisata,” pungkasnya.

Dinas Pariwisata mencatat ada tren baru di masyarakat untuk berwisata alam dan budaya, meskipun di Kota Batu ada tujuan wisata buatan seperti di JTP Group.

Menurut Arief, wisata alam dan budaya memiliki daya tarik tersendiri karena wisatawan ingin menikmati sesuatu yang berbeda.

"Jadi wisatawan sekarang ini tidak hanya menyasar tujuan wisata favorit, namun mengarah ke wisata alam dan pedesaan," paparnya.

Meskipun wisata alam dan budaya masih belum semasif wisata buatan, Arief berkeyakinan kalau dua tujuan wisata itu akan terus berkembang.

Tahun ini, Dinas Pariwisata memfokuskan pengembangan wisata-wisata alam dan budaya.

"Salah satunya seperti di desa wisata, lalu inovas yang dilakukan juga membuat wisatawan senang datang ke sana," ungkapnya.

Hampir setengah juta wisatawan datang ke Kota Batu di momen libur Lebaran 2022.

Arief mengatakan, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu hingga pekan pertama Mei 2022 telah mencapai 405.336 orang.

Jumlah itu meningkat jauh dari tahun lalu yang sebanyak 134.253 wisatawan. Secara keseluruhan, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu sejak Januari 2022 telah mencapai lebih dari 2 juta wisatawan.

"Meskipun tidak seramai saat libur Lebaran lalu, namun masih ada yang datang ke Kota Batu," ujarnya.

Dinas Pariwisata menargetkan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu hingga akhir tahun mencapai 5 juta orang.

Arief cukup optimis dengan jumlah itu, bahkan berkeyakinan angkanya bisa lebih dan mencapai 6 juta wisatawan.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved