Sidang Sekolah SPI Batu

Sidang Kekerasan Seksual di Sekolah SPI, Saksi yang Dihadirkan JPU Ringankan Terdakwa JE

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Sudarsono, menghadirkan dua orang saksi berjenis kelamin laki-laki. Yakni AS (38) dan AA.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Jeffry Simatupang, kuasa hukum terdakwa JE 

SURYA.CO.ID I MALANG - Sidang perkara asusila yang didakwakan kepada JE, salah satu pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (11/5/2022).

Dalam sidang lanjutan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Sudarsono, menghadirkan dua orang saksi berjenis kelamin laki-laki. Yakni AS (38) dan AA.

Keduanya merupakan karyawan SPI dan memiliki hubungan kerja dengan SDS (29) pelapor dalam perkara ini.

"Yang dipanggil dua yang hadir satu," ungkap Yogi.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait sempat kecewa dengan keterangan saksi yang dihadirkan JPU karena dianggap meringankan kasus hukum JE.

Akan tetapi Yogi memastikan bahwa saksi tersebut tercantum dalam berkas perkara dan telah memberikan keterangan sesuai dengan BAP.

"Kita tidak ada tendensi apa-apa. Faktanya memang diberkas ada ya kita panggil gitu aja, (dan) Untuk sidang hari ini keterangan saksi sesuai dengan BAP," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum JE, Jeffry Simatupang mengaku puas dengan seluruh keterangan saksi yang telah dihadirkan di persidangan.

Meski para saksi tersebut adalah saksi yang dihadirkan JPU.

"Kalau (ditanya) keterangan yang meringankan, Saya rasa semua saksi meringankan kita selama ini. Tetapi kalau ditanya apakah ini saksi dari kami, ini adalah saksi dalam berkas yang dihadirkan oleh rekan jaksa penuntut umum (JPU) jadi bukan dari kami, belum waktunya kami untuk melakukan pembuktian," tandas Jeffry.

Dari semua keterangan saksi yang dihadirkan dari awal sidang hingga pada agenda sidang ke 9 kalinya ini, Jeffry menilai masih belum bisa membuktikan tuduhan pencabulan yang dialamatkan pada kliennya.

"Hasil sidangnya kami masih puas, dan kami masih yakin bahwa perbuatan yang didakwakan masih belum dapat dibuktikan. Maka kami masih yakin klien kami tidak melakukan sebagaimana yang didakwakan, karena memang tidak ada buktinya" tegas Jeffry.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved