Berita Jawa Timur

Pengunjung Membludak, Tempat Wisata Maksimalkan Prokes

PPHI memprediksi kunjungan ke tempat wisata di liburan Lebaran 2022 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Termasuk di wilayah Jawa Timur

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rahadian Bagus
Tempat wisata di kota Batu, Selecta, yang libur lebaran 2022 ini sudah mulai dipenuhi pengunjung. 

SURYA.CO.ID|SURABAYA - Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, kunjungan ke tempat wisata di liburan Lebaran 2022 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Termasuk di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Mochamad Soleh, ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Daerah Jawa Timur, mengatakan, hal ini telah diantisipasi oleh pengusaha untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

"Kami sejak adanya pengumuman pelonggaran aturan perjalanan oleh pemerintah sudah memprediksi dan seluruh pengelola obyek wisata di Jatim telah mempersiapkan masing-masing tempatnya dengan memperhatikan kapasitas maksimal dan prokes agar tidak berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid 19 sehingga ada peningkatan angka," kata Soleh, Rabu (4/5/2022).

Dampak penuhnya obyek wisata, adalah penuhnya akomodasi, tempat makan dan toko penjual makanan khas serta cinderamata disekitar obyek wisata.

Adapun tempat wisata di Jatim yang diprediksi akan membludak kunjungannya antara lain wilayah Kota Batu, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan di kawasan Padusan, Pacet, Mojokerto.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada mudik Lebaran 2022 bisa mencapai 85,5 juta orang. Sebanyak 16,8 juta orang diantaranya memiliki tujuan ke wilayah Jatim.

"Maka, pergerakan orang dan wisatawan ke wilayah itu diperkirakan cukup tinggi saat libur Lebaran. Ditambah lagi, masa libur dan cuti bersama Lebaran tahun
ini cukup panjang, yaitu sekitar 10 hari," beber Soleh.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sepekan sebelum Lebaran, menyampaikan, tempat wisata pada titik-titik tertentu bisa menjadi favorit kunjungan wisatawan pada libur Lebaran kali ini.

"Kapasitas maksimalnya harus ditentukan. Karena dengan adanya pendataan terkait kapasitas maksimal tersebut, maka pengawasan terhadap risiko penyebaran virus bisa diminimalisasi. Jadi kalau ada kapasitas maksimalnya, lebihnya bisa menunggu sampai yang ada di dalam keluar. Ini pesan kami kepada seluruh bupati / wali kota untuk menentukan kapasitas maksimal," ungkap Khofifah.

Sementara itu, kondisi industri akomodasi di Jatim, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel berbintang selama Nopember 2021 sebesar 52,82 persen atau naik 3,56 poin dibanding Oktober 2021 yang sebesar 49,26 persen.


"TPK merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi. Jika TPK besar dan cenderung mendekati 100 persen, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar kamar akomodasi laku terjual," kata Umar Sjaifudin, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jatim.

Sementara itu, Kota Surabaya sebagai Ibukota Provinsi Jawa Timur dan indikator perkembangan ekonomi di Jawa Timur, mulai merasakan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan ke Surabaya pada bulan Maret, 2022, begitu pula hunian akomodasi di Surabaya mulai menggeliat selaras dengan penurunan kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir.

Di antaranya terlihat pada okupansi sejumlah tempat penginapan di Surabaya yang mulai penuh. Gejala ini menunjukkan mulai banyak wisatawan dari luar kota yang datang ke Surabaya.

Data BPS Jawa Timur menunjukkan TPK Januari 2022 mencapai 44,71 persen. Diperkirakan TPK bulan Maret dan April akan meningkat, hal ini seiring dengan kegiatan MICE yang sudah mulai bergerak. Termasuk di Mei 2022 dengan adanya momentum Lebaran ini.(rie/Sri Handi Lestari)

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved