Selasa, 9 Juni 2026

Berita Pamekasan

Gebyar Batik Pamekasan 2022 di Malang Spektakuler, Ini Harapan Bupati Baddrut Tamam

Ada lima kota yang akan menjadi tempat gebyar batik tahun ini, meliputi Malang, Tuban, Jember, Bromo, Bali, dan Surabaya.

Tayang:
Foto Istimewa Humas Pemkab Pamekasan
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat sambutan di hadapan para model yang memperagakan batik tulis Pamekasan di Malang Town Square (Matos), Jumat (18/3/2022) malam. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura menggelar gebyar batik 2022 di Malang Town Square (Matos), Jumat (18/3/2022) malam.

Gebyar batik tulis Pamekasan yang berlangsung spektakuler itu merupakan agenda perdana dari rencana road show Jawa-Bali selama tahun 2022.

Ada lima kota yang akan menjadi tempat gebyar batik tahun ini, meliputi Malang, Tuban, Jember, Bromo, Bali, dan Surabaya.

Hadir dalam acara gebyar batik tersebut, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Ketua Dekranasda Pamekasan, Nayla Baddrut Tamam, Sekda Pamekasan, Totok Hartono beserta istri, Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman beserta istri, pimpinan DPRD, dan anggota DPRD Pamekasan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Achmad Sjaifuddin, dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Baca juga: Lagi, Kasus KDRT di Kabupaten Trenggalek Diselesaikan Lewat Restorative Justice

Tidak hanya itu, gebyar batik tulis Pamekasan juga dihadiri tamu istimewa, yakni Wakil Bupati Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Dekan Fakultas Teknik jurusan teknologi industri program studi tata busana Universitas Negeri Malang, Kepala Sekolah SMKN 3 Malang, komunitas dan sosialita pecinta batik.

Acara itu juga dipadati ratusan pengunjung Matos yang turut menyaksikan parade batik oleh para model.

Ada pula replika pasar batik tradisional Pamekasan oleh para perajin yang hadir langsung dalam gebyar batik tersebut.

"Alhamdulillah kita bisa menyaksikan batik tulis Pamekasan yang tidak hanya indah tetapi bertuah. Batik Pamekasan ini dibuat dengan banyak corak," kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam sewaktu sambutan dalam acara tersebut.

Baca juga: Pasca Banjir Surut, Angin Puting Beliung Landa Kabupaten Lumajang

Bupati menceritakan, sebagian batik tulis Pamekasan ada yang dibuat selama 9 bulan saat perajinnya dalam kondisi hamil.

Bahkan hingga memakan waktu 12 bulan lantaran prosesnya membutuhkan waktu lama.

Sehingga tidak heran jika batik tulis Pamekasan mengandung tuah luar biasa.

Menurut dia, gebyar batik tersebut digelar sebagai ikhtiar mengenalkan batik Pamekasan di kancah regional, dan nasional.

Bahkan batik khas bumi Gerbang Salam ini tengah mengikuti new york fashion week di Amerika Serikat untuk menembus pasar internasional.

Hal tersebut muaranya untuk meningkatkan ekonomi para perajin batik, dan masyarakat Pamekasan secara umum.

"Kita sengaja mempromosikan batik tulis, karena tidak banyak orang yang tahu dan mengenalnya," jelas Baddrut Tamam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved