SOSOK Abelom Kogoya, Kepala Suku yang Kutuk Kebiadaban KKB Papua Ternyata Pernah Diancam Tembak Mati
Inilah sosok Abelom Kogoya, kepala Suku Besar Kabupaten Puncak yang lantang menolak keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.
Untungnya lanjut dia, aksi KKB Papua tersebut, hanya sebatas ancaman
Kampung Kimak yang diketuai Abelom diketahui pernah diserang oleh KKB yang kini dikategorikan sebagai kelompok teroris.
Tokoh agama setempat, Pendeta Menaser Labene, menuturkan bahwa KKB juga sempat mengusik ketenangan warga yang bermukim di wilayah Muara, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak.
Akibat kehadiran KKB itu, warga Kampung Muara meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi sementara pada rumah sanak keluarga mereka di kampung-kampung terdekat.
Seperti Kampung Paluga, Kampung Kimak, dan Kampung Kago.
Kemarahan Kepala Suku Abeloni Tabuni

Di bagian lain, Abeloni Tabuni, kepala suku yang anaknya Beby Tabuni tewas dibantai KKB Papua, begitu terpukul.
Ia pun melontarkan ancaman kepada KKB Papua.
Abeloni Tabuni memperingatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk tidak datang lagi ke wilayahnya.
Ia meminta KKB Papua untuk meninggalkan wilayahnya dan tidak kembali lagi.
Abeloni juga mengimbau warga setempat ikut mengecam dan melawan aksi KKB Papua.
"Jadi, OPM dari Intan Jaya itu salah besar, tidak (jangan) datang-datang lagi ke sini Kabupaten Puncak, jangan ganggu-ganggu datang," kata Abeloni di Polsek Beoga, Sabtu (5/3/2022).
Seperti dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'Anaknya Tewas Tertembak, Kepala Suku di Puncak Papua Peringatkan KKB untuk Tidak Datang Lagi'.
"Tidak usah datang lagi ke Kabupaten Puncak ini," tegas dia.
Bukan hanya memperingatkan anggota KKB untuk tidak datang lagi ke wilayahnya, Abeloni juga membantah klaim pihak KKB yang mengatakan 8 karyawan PTT, termasuk anaknya adalah anggota TNI/Polri.