Berita Blitar
Plengsengan 14 Meter Longsor Menimpa Dua Rumah, Jalur Blitar-Gunung Kawi Tertutup Material
Selain menimpa dapur dua rumah warga, longsornya plengsengan itu juga membuat akses jalan tertutup.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, BLITAR - Dua bencana longsor melanda Jatim dalam 24 jam terakhir. Sebelum longsor tebing di jalur tol Pandaan-Malang, ternyata sudah ada kejadian serupa di wilayah Kabupaten Blitar, Senin (7/3/2022) petang lalu. Bahkan longsornya plengsengan itu menimpa dua rumah warga di Dusun Genuk, Desa Kali Manis, Kecamatan Doko.
Ambrolnya plengsengan setinggi 4 meter itu adalah kasus kedua. Penyebabnya sama yaitu diduga tidak kuat menahan air hujan, yang mengguyur selama berjam-jam. Selain menimpa dapur dua rumah warga, longsornya plengsengan itu juga membuat akses jalan tertutup.
Sebab, longsoran bebatuan plengsengan itu sampai meluber ke jalan jurusan Malang-Blitar, yang lewat jalur pintas ke jalur Gunung Kawi, Kabupaten Blitar. Karena 2 KM dari dari TKP itu sudah masuk perbatasan dengan Malang yaitu antara Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Blitar, dengan Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Malang.
"Saat ini sudah tidak ada kendala karena sudah dibersihkan. Jalurnya kembali lancar," kata AKP Nanik Sri Untari, Kapolsek Doko, Selasa (8/3/2022).
Belum diketahui penyebab longsornya plengsengan itu kejadiannya berlangsung cepat atau bersamaan hujan deras yang mengguyur selama empat jam sehari sebelumnya. Plengsengan sepanjang 14 meter itu luruh sehingga mengenai dapur rumah warga, yakni Sukirno (58) dan Boyadi (68), yang berlokasi di bawah tebing plengsengan.
Sebelumnya plengsengan itu sudah pernah ambruk pada 2018 silam. "Di lokasi itu tak ada banyak rumah karena berdekatan dengan makam umum desa setempat," kata kapolsek.
Karena hanya mengenai dapur rumah sehingga tidak sampai ada korban luka. Warga hanya mengalami kerugian materiil, terutama dinding dapurnya tertimpa material bebatuan.
Saat kejadian itu, kedua pemilik rumah sempat kaget karena mendengar suara keras dari belakang. Begitu dilihat, ternyata plengsengan setinggi 4 meter dengan panjang 14 meter ambrol.
Kedua pemilik rumah ketakutan namun tidak bisa berbuat banyak. Selain kejadian itu bersamaan hujan deras dan rumahnya agak terpisah dengan rumah warga lainnya. "Baru tadi pagi (8/3/2022), warga bersama gabungan petugas bergotong royong untuk membersihkan reruntuhan. Dan, saat ini kondisinya sudah kembali normal," pungkasnya. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/longsor-di-plengsengan-blitar-gunung-kawi.jpg)