Selasa, 7 April 2026

Berita Tuban

Mengenal Program Napi Santri di Kabupaten Tuban, Keluar Lapas Dapat Bekal Ilmu Agama

Program yang sudah dijalankan sejak 2019 itu telah mewisuda 245 napi menjadi santri, yang sudah dilakukan 6 tahap.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/m sudarsono
Para napi lapas kelas II B Tuban saat menjalani wisuda santri 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Selama ini lembaga pemasyarakatan (lapas) identik dengan image negatif.

Menjadi tempat bagi pelaku kriminal, lalu keluar tanpa ada output positif selama menjadi warga binaan permasyarakatan (WBP).

Namun tidak bagi Lapas kelas II B Tuban, yang mempunyai program narapidana santri hingga mewisuda.

Program yang sudah dijalankan sejak 2019 itu telah mewisuda 245 napi menjadi santri, yang sudah dilakukan 6 tahap.

"Kita ingin napi saat keluar bisa mendapat bekal ilmu agama," kata Kalapas II B Tuban, Siswarno kepada wartawan di aula lapas, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Selama Setahun, Kali Lamong di Kabupaten Gresik Sudah Dikeruk Sepanjang 10 Kilometer

Ia menjelaskan, ada sebanyak 58 napi yang di wisuda pada tahap 6 sekarang ini.

Rinciannya, 53 merupakan santriwan dan 5 lainnya santriwati.

Mereka yang diwisuda harus lulus salah satu empat kelas yang menjadi program, yaitu kelas shalat, membaca iqro, membaca al-quran dan kitab kuning.

Jadi napi harus bisa lulus pada salah program tersebut untuk bisa diwisuda.

"Ada kelas membaca iqro 17 orang, membaca al-quran 15 orang, kelas melaksanakan shalat 19 orang dan kelas kitab kuning 4 orang, itu untuk data yang lulus sesuai program," terangnya.

Putra daerah itu menambahkan, mereka para napi melaksanakan program santri dengan cara mendapat pendamping baik dari internal maupun eksternal lapas.

Baca juga: Ban Belakang Meletus, Pickup Terguling di Tol Satelit-Perak Kota Surabaya

Untuk pengajar dari lapas ada 14 orang, itu warga binaan juga yang menjadi pendamping.

Lalu tiga dari eksternal, baik dari kantor kemenag maupun pondok pesantren.

Ia berharap, adanya wisuda santri ini bisa membuat para napi semakin memperbaiki akhlak dan perilaku, setelah nantinya menghirup udara bebas.

"Yang menjadi pengajar dari internal dan eksternal, harapannya keluar lapas bisa menjadi baik dengan bekal ilmu agama," pungkasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Pemancing di Bangkalan Hilang, Sisakan Alat Pancing, Sandal dan Obat Nyamuk

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved