Berita Bisnis

Pemprov Jatim Perkuat Peran Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida

Pada tingkat ini, KP3 bertugas untuk mengawasi peredaran pupuk bersubsidi di tingkat kecamatan dan seterusnya.

surya.co.id/sri handi lestarie
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pengawasan pupuk bersubsidi di wilayahnya.

Upaya ini diwujudkan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang telah terbit pada bulan Januari 2022.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo, menyatakan anggota KP3 di provinsi Jawa Timur terdiri dari unsur kepolisian dan organisasi terkait.

Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, maupun Dinas Kehutanan.

“Untuk pupuk bersubsidi ini kan, pengawasannya sudah ada KP3, ada SK Gubernur, dan di provinsi itu dikoordinir oleh Biro Perekonomian,” ujar Hadi kepada media usai menghadiri Raker bersama Komisi B DPRD Jawa Timur di Pasuruan, Kamis (17/2/2022).

Baca juga: Ada 50 Nakes di Kota Malang Terpapar Virus Covid-19 Sejak Februari 2022

Selain di tingkat provinsi, KP3 juga dibentuk di tingkat kabupaten.

Pada tingkat ini, KP3 bertugas untuk mengawasi peredaran pupuk bersubsidi di tingkat kecamatan dan seterusnya.

Peran KP3 sudah berjalan dan akan terus dimaksimalkan oleh Pemprov Jatim.

Misalnya saja di Kabupaten Nganjuk, di mana KP3 berhasil mengungkap penyelewengan pupuk bersubsidi di wilayah setempat.

Lebih lanjut Hadi menyebutkan usulan pupuk bersubsidi Provinsi Jawa Timur untuk tahun 2022 mencapai sebesar 4,5 juta ton.

Namun pihaknya hanya menerima sebesar 2,25 juta ton.

Menurutnya, angka tersebut cukup digunakan untuk Januari hingga Mei 2022.

Baca juga: Pelaku Pembacokan Kiai di Kabupaten Banyuwangi, Sempat Ditampung di Rumah Korban

“Nanti kalau ada kekurangan sampai Mei, kami usulkan lagi ke Kementan supaya ditambah sesuai permintaan dari awal e-RDKK 4,5 juta ton,” jelasnya.

Sebelumnya, produsen pupuk bersubsidi PT Pupuk Indonesia (Persero), menyatakan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 15 Februari 2022 telah mencapai 243 ribu ton.

Jumlah ini sudah mencapai 11 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi di Jawa Timur sebesar 2,25 juta ton.

Baca juga: Peningkatan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Wadir RSUD Syamrabu Bangkalan : Tetap Jaga Diri

Terkait pengawasan, Pupuk Indonesia menyebutkan pihaknya senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan (SK) dari dinas pertanian setempat.

Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan distributor dan kios resminya untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat.
Karena Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerjasama kepada distributor dan kios resmi jika kedapatan melakukan penyelewengan pupuk bersubsidi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved