Kamis, 7 Mei 2026

Gejala Covid-19 Varian Omicron pada Balita dan Anak-anak, Orangtua Harus Waspada

Berikut sejumlah gejala Covid-19 varian omicron pada balita dan anak-anak.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Camva
Ilustrasi - Gejala Covid-19 Omicron 

SURYA.CO.ID - Kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia kini jadi perhatian khusus.

Berdasarkan penelitian, varian Omicron disebut lebih menular.

Tak hanya pada orang dewasa, Covid-19 Omicron juga dapat menyerang balita, anak-anak dan lansia.

Lantas apa saja gejala Omicron pada balita dan anak-anak yang patut diwaspadai? Berikut selengkapnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Omicton sebagai varian yang menjadi perhatian, bersanding dengan varian sebelumnya yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Meskipun mayoritas kasus Omicron yang terjadi tidak berefek terlalu parah, namun virus baru ini tidak boleh dianggap remeh karena tetap dapat menyebabkan kesakitan dan kematian.

Melansir Kompas.com berjudul "Waspada Gejala Omicron pada Balita, Anak-anak, Dewasa, dan Lansia", simak gejalanya berikut:

1. Gejala omicron pada balita

Melansir Verywell Health, profesor pediatri di Rutgers-Robert Wood Johnson Medical School Maya Ramagopal menyebut, gejala varian Omicron pada anak-anak hampir menyerupai yang dialami oleh orang dewasa.

Gejala yang timbul relatif ringan bagi sebagian besar orang, tapi pada kasus tertentu juga dapat terjadi gejala parah, terutama orang yang belum divaksin atau pasien komorbid.

Beberapa gejala Omicron pada balita yang paling umum antara lain pilek, sakit kepala, demam, kelelahan, dan sakit tenggorokan.

Dokter anak di Pusat Kesehatan Providence Saint John Daniel S. Ganjian, MD, FAAP menjabarkan, belum terlihat banyak kasus anak-anak yang terinfeksi Omicron mengalami gejala kehilangan indera perasa dan penciuman.

"Yang biasa kita lihat adalah (gejala Covid Omicron) demam, batuk, dan pilek. Itulah Omicron. Terkadang kita juga melihat gejala muntah dan diare," ujar Ganjian.

Anak-anak yang terinfeksi varian baru ini kemungkinan akan mengalami batuk yang terdengar keras atau croup.

Menurut Ciputra Hospital, gejala tersebut mayoritas dialami anak-anak berusia di bawah 5 tahun atau balita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved