Berita Blitar
Polisi Ikut Bingung, Pemotor Yang Tewas Dihantam Truk Mundur Ternyata Beridentitas Orang Lain
Meski jalannya di tengah hutan namun kondisinya cukup ramai kendaraan bermotor setiap saat. Sebab, jalan itu punya akses
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, BLITAR - Kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di jalan tanjakan Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Rabu (9/2/2022) siang, seperti membebani pikiran petugas. Korban yang mengendarai Honda Supra nopol AG 6388 NK tersebut ternyata tidak membawa tanda pengenal, malah belakangan identitasnya diketahui namun diduga atas nama orang lain.
Korban yang tewas karena dihantam truk yang mendadak mundur di jalan menanjak di areal hutan Gunung Betet itu, adalah laki-laki. Tetapi setelah penyelidikan oleh polisi, ternyata ditemukan STNK milik perempuan bernama Mariani (50), warga Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari.
"Kami juga heran. Korban bepergian dengan membawa sepeda motor sendirian tetapi tidak membawa identitas. Kalau terjadi seperti ini (kecelakaan) kan menyusahkan juga," tegas AKP Agus Susanto, Kapolsek Sutojayan.
Kecelakaan yang dialami pengendara motor itu memang tragis. Saat itu ia berkendara di belakang sebuah truk AG 9293 P bermuatan batu bata yang disopiri Suhanto (56), warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun sekitar pukul 14.00 WIB.
Dan ketika melintasi jalan menanjak di tengah hutan, mendadak truk kehilangan tenaga dan mesin mati. Belum diketahui penyebabnya, namun sopir truk terlambat mengerem sehingga truk menggelinding mundur dan di belakangnya melaju korban dengan motornya.
Karena berada di tanjakan, sehingga laju mundur truk tidak terkendali hingga akhirnya menghantam korban. Korban juga tak sempat melompat dari motornya, sehingga terpental. Bahkan sepeda motor korban masuk kolong bak truk tersebut.
Kecelakaan itu membuat geger warga meski lokasinya jauh dari perkampungan. Dan karena korban tidak membawa identitas, saat jasadnya dibawa ke kamar mayat RSUD Mardi Waluya, Kota Blitar, ia dinyatakan sebagai Mr X.
Meski identitasnya bernama perempuan, polisi mencoba menyelidiki. Dan diketahui bahwa rumah korban cukup jauh atau sekitar 20 KM dari lokasi kejadian. "Ditemukan STNK sepeda motor yang dikendarainya namun itu bukan atas nama dia (korban). Tetapi nama di STNK itu beralamatkan kota (Kota Blitar)," jelas Agus.
Selain dipusingkan identitas korban yang belum dipastikan benar, polisi juga masih menyelidiki penyebab truk batu bata itu mengalami kegagalan mesin dan mundur. Sebab, saat itu, ia melaju dari arah Barat dengan membawa muatan bata merah ke Kecamatan Sutojayan.
Meski jalannya di tengah hutan namun kondisinya cukup ramai kendaraan bermotor setiap saat. Sebab, jalan itu punya akses ke beberapa lokasi wisata terkenal di Blitar. Di antaranya Alun-alun Lodoyo, yang dekat dengan wisata Gong Kiai Prada juga jalan menuju wisata kampung Coklat.
"Saat itu jalannya agak sepi karena di belakang truk hanya ada korban saja. Ini juga peringatan kepada pengendara motor, agar tidak mengikuti di belakang truk bermuatan berat ketika melaju di jalan tanjakan," paparnya. ***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dua-pemotor-blitar-tewas-akibat-truk-mundur.jpg)