UPDATE Nasib Habib Yusuf Alkaf Setelah Berbuat Asusila pada 2 Santriwati, Resmi Ditahan Polisi

Berikut update kasus perbuatan asusila yang dilakukan Habib Yusuf Alkaf.Simak pula kronologi lengkap dan modus Habib Yusuf Alkaf rudapaksa korban.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Tri Mulyono
kolase surya/kuswanto ferdian/youtube habib yusuf alkaf official
Habib Yusuf Alkaf yang jadi tersangka kasus asusila di Pamekasan, Madura.Berikut ini update kasus dugaan perbuatan asusila yang dilakukan Habib Yusuf Alkaf. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Berikut ini update kasus dugaan perbuatan asusila yang dilakukan Habib Yusuf Alkaf.

Nasib Habib Yusuf Alkaf kini di ujung tanduk, setelah polisi resmi menahannya karena penyidik telah mengantongi bukti cukup untuk menjeratnya.

Simak pula di artikel ini kronologi lengkap dan modus Habib Yusuf Alkaf berbuat asusila terhadap dua santriwatinya.

Habib Yusuf Alkaf resmi ditahan di Polres Pamekasan, Madura, Selasa (1/2/2022).

Penahanan yang dilakukan terhadap habib yang aktif berdakwah di akun YouTube Habib Yusuf Alkaf Official ini setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur oleh Satreskrim Polres Pamekasan.

Habib yang masih berusia 36 tahun itu, kesehariannya tinggal di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana menjelaskan, tersangka dikenai pasal 82 ayat (1), ayat (2) Jo Pasal 76E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

Dalam pasal itu berbunyi, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E akan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Selain itu, dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bila dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga).

Sedangkan di pasal Jo Pasal 76E berbunyi setiap orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, maka bila melakukan hal itu ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Kejadian pencabulan anak di bawah umur ini terjadi sekitar September 2021 lalu, tepatnya di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Pamekasan," kata AKP Tomy Prambana kepada TribunMadura.com, Selasa (1/2/2022).

Menurut AKP Tomy, dasar ditangkapnya tersangka merujuk pada laporan Polisi nomor LP/B/488/XI/RES.1.24/2021/SPKT/POLRES PAMEKASAN/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 4 November 2021 lalu.

Sedari 29 Januari 2022, terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Pamekasan.

Kemudian, pada 31 Januari 2022 malam, tersangka ditangkap di Pasar Omben, Kabupaten Sampang.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved