PT Arsad satu manajemen PT APPROG Jaya
PT APPROG Jaya Terlibat Kasus Penipuan Pencari Kerja, Satu Manajemen PT Arsad Sumber Daya Mandiri
PT Arsad Sumber Daya Mandiri ternyata masih satu manajemen dengan PT APPROG Jaya. Pimpinan APPROG Jaya bernama Fauzi penipuan naker
Penulis: Willy Abraham | Editor: Rudy Hartono
SURYA.co.id | GRESIK - PT Arsad Sumber Daya Mandiri ternyata masih satu manajemen dengan PT APPROG Jaya. Pimpinan APPROG Jaya bernama Fauzi telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan lowongan kerja oleh Satreskrim Polres Gresik.
Selain Fauzi, ada nama Ivo Vientina Kurnia Hastutie yang juga pimpinan PT APPROG Jaya dilaporkan ke Polres Gresik bulan Juni 2021. Mereka menipu 990 calon tenaga kerja dengan iming-iming langsung kerja usai membayar uang jutaan rupiah.
Kini, Ivo Vientina memimpin PT Arsad Sumber Daya Mandiri membuka lowongan kerja di pabrik mie instan Gresik. Jumlah pencari kerja yang dijanjikan langsung kerja itu ada 697 orang, berasal dari luar kota.
Keberadaan PT Arsad Sumber Daya Mandiri tidak ada di Gresik. Mulai dari alamat GKB Jalan Jawa Indah, kemudian di Randuagung tidak ada. Yang ada hanya stan nomor 27 dan 28 di kawasan Terminal Bunder. Stan tersebut disewa oleh PT APPROG Jaya pimpinan Fauzi yang terjerat kasus hukum penipuan.
Keterlibatan kedua pasangan suami istri asal Mojokerto itu, disampaikan Pimpinan Klinik Gajah Mada Mojokerto, Solihudin. Dia tidak mau lagi melakukan swab antigen kepada para pencari kerja yang kadung membayar biaya swab antigen Rp 150 ribu.
Padahal mereka sudah dijanjikan bekerja di bagian produksi perusahaan mie instan. Solihudin enggan menjawab uang swab test sebesar Rp 150 ribu per orang itu akan dikembalikan atau tidak.
"Tidak tahu, saya hanya dimintai tolong teman saya Fauzi suami Ivo (Direktur PT Asdar Sumber Daya Mandiri)," kata dia, Rabu (19/1/2022).
Jika ditotal sekitar Rp 104.550.000 dana terkumpul dari biaya swab test yang dibebankan calon pekerja oleh PT Asdar Sumber Daya Mandiri. Disinggung mengenai lokasi swab test di Terminal Bunder yang diketahui stan milik PT APPROG Jaya selaku penyewa, Solihudin juga mengaku tidak tahu.
"Perdana saya kesana, sekarang tidak lagi, kapok. Kemarin sore suami bu Ivo, Fauzi (pimpinan PT APPROG JAYA) meninggal dunia, tadi saya kesana, sekarang saya di Jombang," terangnya.
Indikasi penipuan berkedok lowongan kerja tercium dari gelagat PT Arsad Sumber Daya Mandiri. Direktur PT Arsad Sumber Daya Mandiri, Ivo Vientina Kurnia Hastutie dihubungi melalui sambungan seluler tidak kunjung merespon hingga berita ini diturunkan.
Wanita berkacamata asal Mojokerto ini juga menjabat di PT APPROG Jaya bersama sang suami Fauzi yang dikabarkan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil penelusuran, PT APPROG Jaya tersangkut kasus penipuan di Polres Gresik. Fauzi telah ditetapkan tersangka sekitar bulan November 2021 karena melakukan aksi penipuan lowongan kerja Satpam.
"Total korban 900an membayar jutaan ke PT APPROG Jaya, sampai sekarang uang korban belum ada dikembalikan," kata Abdullah Syafii kuasa hukum calon tenaga kerja.
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Fauzi bersama istrinya Ivo Vientina Kurnia Hastutie membuat PT Arsad Sumber Daya Mandiri saat itu, lokasi kantornya di GKB, ternyata juga tidak ada. Mereka berdua lowongan kerja, pada bulan November dan Desember 2021, para pekerja ditarik uang dipekerjakan di pabrik mie instan, faktanya tidak ada pekerja yang diterima.
Unggahan lowongan kerja tersebar di media sosial, para pencari kerja yang tertarik menghubungi nomor telephone yang tercantum. Kemudian para pencari kerja masuk dalam grup Whatsapp. Setiap daerah ada koordinator, seperti Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Lamongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/swab-dibubarkan.jpg)