Berita Pasuruan
Bupati Pasuruan Didesak Evaluasi Posisi Kadispendikbud, Ketua DPRD : Pidatonya Tidak Bermoral
Pantasnya, omongan itu keluar dari mulut kepala preman, karena tidak bermoral dan tidak intelektual," tegas Mas Dion.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kecaman terhadap Hasbullah, yang melontarkan pidato intimidatif saat baru dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Pasuruan, Senin (17/1/2022) terus berdatangan. Tidak main-main, sampai Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan mendesak agar Bupati Pasuruan mengevaluasi posisi Hasbullah sekarang.
Sudiono mengaku sangat prihatin dan menyayangkan materi pidato dan cara Hasbullah menyampaikannya di depan publik. Selain tidak pantas, arogan dan provokatif, pidato itu disampaikan di depan para pendidik.
"Saya minta Bupati Pasuruan mengevaluasi saudara Hasbullah. Saya pribadi sangat prihatin dan menyayangkan statement di ruang publik Kadispendik Kabupaten Pasuruan yang baru saja dilantik itu," kata legislator yang disapa Mas Dion itu, Rabu (19/1/2022) malam.
Sebelumnya, pidato Hasbullah viral di media sosial. Dalam pidato itu, ia menebar ancaman kepada wartawan dan LSM yang menganggunya, termasuk kepala sekolah SD dan SMP di Pasuruan dengan frasa 'mati'.
Mas Dion mengatakan, sangat tidak elok seorang kepala OPD yang menaungi para pendidik, kaum intelektual dan akademisi, malah memberi contoh ucapan dan perilaku sarkastik.
"Saya kira, omongan itu tidak pantas keluar dari mulut seorang Kepala Dinas Pendidikan. Pantasnya, omongan itu keluar dari mulut kepala preman, karena tidak bermoral dan tidak intelektual," tegas Mas Dion.
Menurutnya, seorang kepala dinas pendidikan seharusnya menyampaikan pidato yang bisa memberikan uswah hasanah, budi pekerti luhur, baik sikap, perilaku, ucapan yang santun, sejuk dan mengayomi.
"Guru itu digugu dan ditiru. Jadi saya kira pidato yang disampaikan Hasbullah tidak bisa digugu dan ditiru. Saya akan meminta bupati untuk mengevaluasi kejadian ini. (Ucapan) itu tidak bermoral dan beretika sekali," tambahnya.
Tidak Meminta Maaf
Diberitakan sebelumnya, khalayak di Kabupaten Pasuruan dikagetkan beredarnya potongan video yang menunjukkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berpidato bernada intimidatif dan berbau ancaman.
Video tersebut menjadi viral di beberapa grup media sosial (medsos) dan grup whatsApp (WA) karena pelakunya adalah Hasbullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) yang baru.
Dari penelusuran, video itu diambil di Dispendik Kabupaten Pasuruan dan Hasbullah baru dilantik oleh Bupati Pasuruan, Senin (17/1/2022) lalu. Tidak disebutkan, apakah Bupati Pasuruan mengetahui pidato bawahannya tersebut.
Tetapi dalam pidatonya itu, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu memang membuat pernyataan yang memprihatinkan dan tidak etis sebagai pejabat publik.
Di antara petikan pidatonya itu, Hasbullah meminta perwakilan kepala sekolah agar tidak takut kepada siapapun yang mengganggu kepemimpinannya, termasuk para LSM atau wartawan.
"Katek ganggu kepemimpinanku, ganggu sekolahan ati-ati. Mati awakmu engkok yo! kepala sekolah semuanya ga usah takut sama LSM, sama siapa, wartawan. Ini perwakilan e iki ya. Iki nyoting, grup golongan wartawan LSM sebarin ya. Ojo sampek ganggu dadi mati," begitu pernyataan Hasbullah yang notabene menjadi pimpinan di dinas yang menangani pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kadisdik-pasuruan-berpidato-ancam-pers.jpg)