BLT BPJS Ketenagakerjaan
KABAR TERBARU BSU: Menaker Dengar Pengakuan Pekerja yang 2 Kali Terima BLT BPJS Ketenagakerjaan
Berikut kabar terbaru seputar Bantuan Subsidi Upah (BSU). Menaker Dengar Pengakuan Pekerja yang 2 Kali Terima BLT BPJS Ketenagakerjaan.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Berikut kabar terbaru seputar Bantuan Subsidi Upah ( BSU) atau biasa disebut BLT BPJS Ketenagakerjaan.
Kabar terbaru ini diunggah di instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker).
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) Ida Fauziyah baru saja menemui seorang pekerja penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan.
Pekerja tersebut mengaku sudah 2 kali menerima BLT BPJS Ketenagakerjaan, yakni pada tahun 2020 dan 2021.
Dikeberitakan, dalam kunjungan kerja ke DIY, Ida Fauziyah menemui beberapa pekerja/buruh penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU), Sabtu (15/1/2022).
Salah satu pekerja yang ditemui Menaker adalah Fitri, pekerja Dowa Bag and Factory di Godean, Sleman, DIY.
"Mbak Fitri ini adalah penerima program subsidi gaji/upah dari pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan," kata Menaker menjelaskan sosok Fitri.
Menaker pun bertanya terkait penyaluran BSU tahun 2020 kepada Fitri.
"Alhamdulillah mendapat Rp1.200.000 sebanyak dua kali," kata Fitri.
Menaker kembali bertanya terkait penyaluran BSU tahun 2021.
"Alhamdulillah dapat juga, Rp1 juta," jawab Fitri.
"Jadi ini sudah diterima tanpa ada yang kurang. Mudah-mudahan tidak ada COVID, sehingga tidak perlu ngasih bantuan lagi," ujar Menaker.
Direktur Dowa Bag and Factory, Nina Widaryatun, menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 dan kebijakan PPKM sangat berdampak terhadap perusahaannya.
Bahkan omzet perusahannya sempat turun hingga 90%.
Nina pun bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengeluarkan BSU di tahun 2020 dan 2021 sebagai mitigasi dampak pandemi.
"Alhamdulillah itu sangat-sangat membantu sekali karena saat itu perusahaan tidak dapat membayar THR secara penuh.
Pada waktu lebaran kami cicil THR-nya, nah BSU ini sangat membantu sekali, sangat berarti sekali sebagai pengganti THR yang belum lunas tadi," ujarnya.
BSU 2021 BERAKHIR
Sebelumnya, penyaluran Bantuan Subsidi Upah atau BSU tahun 2021 telah resmi berakhir.
Bagaimana nasib dana BLT BPJS ketenagakerjaan yang belum tersalurkan via burekol?
Melansir dari instagram @kemnaker, Bank HIMBARA diminta segera memblokir rekening baru penerima subsidi gaji yang belum diaktivasi.
Rekening baru ini adalah rekening penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan melalui skema pembukaan rekening secara kolektif ( Burekol).
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos), Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, mengatakan bahwa penyaluran subsidi gaji melalui skema burekol diperuntukan bagi penerima BSU tahun 2021 yang belum memiliki rekening Bank HIMBARA.
Dengan telah berakhirnya batas akhir aktivasi rekening baru per tanggal 24 Desember 2021, pukul 23.59 WIB, maka rekening baru yang belum diaktivasi oleh pekerja/buruh akan diblokir.
"Kami telah menginstruksikan kepada Bank-bank Himbara selaku Bank Penyalur untuk memblokir rekening baru penerima BSU yang belum melakukan aktivasi," kata Dirjen Putri melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (31/12/2021).
Selain memblokir rekening yang belum diaktivasi, Dirjen Putri menyatakan bahwa pihaknya juga menginstruksikan Bank Himbara untuk menarik kembali dana BLT BPJS Ketenagakerjaan dari rekening yang belum diaktivasi.
"Kami juga telah meminta Bank Himbara untuk mengembalikan dana BSU pada rekening penerima BSU yang belum aktif ke RPL Penampungan, paling lambat 30 Desember 2021," jelasnya.
Lebih lanjut, bagi pekerja/buruh yang memenuhi syarat dan belum menerima BSU Tahun 2021 serta memiliki rekening aktif pada Bank Himbara agar segera menyampaikan kepada perusahaan untuk lebih lanjut di kirimkan kepada Kemnaker guna proses pencairan sebelum tanggal 30 Desember 2021.
Sementara itu, di unggahan lain, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melakukan kunjungan ke Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (31/12/2021).
Pada kunjungan tersebut, Menaker menemui 9 pekerja penerima program pemerintah berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2021 yang bekerja di Rumah Makan Bun Delicious. RM tersebut berlokasi di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.
Adapun 9 nama pekerja tersebut yakni Ade Juliantoro, Erlianda, Foni, Muhammad Salam, Nurwulandini, Septiana Milanda, Shinta Estika, Sofyan, dan Yepri Prayoga.
Seusai menemui 9 pekerja RM Bun Delicious, Menaker melanjutkan perjalanan guna menemui 5 pekerja penerima BSU yang bekerja di Grand Hatika.
Lima pekerja tersebut bernama M. Zakaria Ramadhan, Suryani, Herly Martin, Romli, dan Anggara Danu.
Menaker menyampaikan terima kasih karena telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mendapat manfaat berupa BSU di saat kondisi sulit akibat pandemi COVID-19.
Meski demikian, ia berharap pandemi COVID-19 segera berakhir, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas perekonomian seperti sedia kala.
"Kuncinya COVID-19 selesai, sehingga sektor-sektor yang selama ini terimbas COVID-19, seperti pariwisata, ada restoran, hotel-hotel normal kembali," ucap Menaker.(*)