Rabu, 10 Juni 2026

Berita Surabaya

Warga Pesisir Kota Surabaya Diminta Waspada Gelombang Tinggi Beberapa Hari ke Depan

Ada ribuan nelayan yang tinggal di kampung nelayan Kota Surabaya. Tercatat ada sekitar 1.900 an nelayan.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi, gelombang tinggi di pinggir pantai Kenjeran Kota Surabaya beberapa waktu lalu 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta warga perairan dan seluruh nelayan di kota ini mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan laut Surabaya.

Diperkirakan gelombang tinggi ini akan mengancam hingga beberapa hari ke depan.

Sebagaimana rilis Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maritim Tanjung Perak, gelombang tinggi berpotensi terjadi hari Minggu (15/1/2022) sampai dengan 17 Januari 2022.

"Nelayan dan warga perairan harus waspada dengan peringatan dini dari BMKG ini. Mari kita antisipasi dengan baik. Waspada saat melaut," kata Wawali Surabaya Armuji atau Cak Ji, Sabtu (15/1/2022).

Ada ribuan nelayan yang tinggal di kampung nelayan Kota Surabaya. Tercatat ada sekitar 1.900 an nelayan.

Mereka tersebar mulai dari Romokalisari, Sontoh laut, Kalianak, Nambangan, Kejawan Putih Tambak.

Baca juga: Aksi Polisi Bantu Pengendara Mobil Pecah Ban di Kabupaten Gresik

BMKG memperkirakan akan terjadi potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Surabaya dan Kabupaten Gresik.

Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 Meter hingga 2,5 meter.

Kecepatan angin 5 - 25 Knot dari Utara ke timur laut, untuk angin dari barat daya ke barat laut berkisar 8 - 25 Knot.

Saat gelombang tinggi diimbau sebaiknya warga tidak dipaksakan melaut untuk menghindari risiko gelombang tinggi di tengah laut.

Keselamatan pelayaran untuk perahu nelayan harus diperhatikan.

Sebaikya nelayan tidak melaut apabila ketinggian gelombang melebihi 1,25 Meter dan kecepatan Angin 15 Knot.

Untuk perahu fiber, kecepatan angin maksimal 21 Knot dan tinggi gelombang 2 meter.

Saat ini, Pemkot Surabaya melalui Dishub juga telah memasang enam unit Weather Information Display (WID).

Monitor lebar di tengah kampung nelayan ini digunakan untuk menyajikan data cuaca dan ketinggian gelombang secara update. Ini untuk mengurangi tingkat kecelakaan di laut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved