Breaking News:

Berita Surabaya

Rekomendasi Tim Ekspedisi Sungai Bedadung Jember

Tim Ecoton yang dibantu oleh sejumlah elemen organisasi pecinta alam dan lingkungan di Kabupaten Jember telah merampungkan Ekspedisi Sungai Bedadung

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.tribunnews.com/Sri Wahyunik
Poster Bedadung Bukan Tempat Sampah dibentangkan oleh Tim Ekspedisi Sungai Bedadung, Sabtu (8/1/2022). 

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id| JEMBER - Tim Ecoton yang dibantu oleh sejumlah elemen organisasi pecinta alam dan lingkungan di Kabupaten Jember telah merampungkan Ekspedisi Sungai Bedadung. Ekspedisi tersebut mula Rabu (5/1/2022) hingga Sabtu (8/1/2022).

Tim melakukan penelitian kualitas air Sungai Bedadung, sampai susur sungai untuk mengidentifikasi dan mengaudit sampah plastik.

Dari penelitian dan pemantauan selama empat hari tersebut, Tim Ecoton memberikan sejumlah usulan baik kepada Pemerintah Kabupaten Jember maupun Pemprov Jatim. Kewenangan pengelolaan Sungai Bedadung oleh Pemprov Jatim, namun sungai tersebut berada di wilayah kerja Pemkab Jember.

"Jadi memang dua unsur pemerintah harus terlibat dalam perbaikan Sungai Bedadung. Karena sungai ini kondisinya saat ini sedang sakit, namun masih punya harapan untuk sembuh. Indikasi harapan itu bisa dilihat dari kondisi Oksigen masih bagus," ujar Peneliti Senior yang juga Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi, Sabtu (8/1/2022).

Berikut usulan dari Tim Ecoton untuk kesehatan Sungai Bedadung.

Pertama, penyediaan sarana Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R (reduce, reuse, recycle) di setiap kelurahan dan desa di tepian Kali/Sungai Bedadung yang berpotensi membuang sampahnya ke sungai, atau menyediakan tempat sampah residu di tepian sungai agar warga tidak membuang sampah ke sungai.

"Untuk ini, Pemkab bisa menggandeng produsen yang produknya banyak dipakai masyarakat. Coba lihat sampah kemasan saset apa yang yang ditemukan di tepi sungai. Produsen semakin kaya, jadi harus ikut bertanggungjawab dengan sampah yang dihasilkan. Produsen bisa menyumbang TPST di daerah tepian sungai," tegas Prigi.

Kedua, perlu dibuat Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan atau pengurangan plastik sekali pakai (tas kresek, sedotan, sachet, botol air minum sekali pakai, styrofoam dan popok) di Kabupaten Jember.

Ketiga, patroli sungai bebas sampah plastik, sebagaimana amanat PP 22/2021 yang mensyaratkan sungai bebas sampah plastik

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved