Selasa, 28 April 2026

'TELAT DIKIT WALLAHU A'LAM' Ucap Penyelamat Bocah Piatu yang Disekap dan Nyaris Terbakar di Sumedang

Inilah sosok penyelamat bocah piatu yang disekap di dalam rumah hingga nyaris terbakar di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (5/1/2022). 

Editor: Musahadah
kolase tribun jabar/net
Rumah tempat bocah piatu disekap hingga nyaris terbakar di Sumedang, Jawa Barat. Foto kanan: ilustrasi penyekapan. 

SURYA.CO.ID, SUMEDANG - Inilah sosok penyelamat bocah piatu yang disekap di dalam rumah hingga nyaris terbakar di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (5/1/2022). 

Sosok penyelamat ini adalah Deni Tandrus (58), tetangga yang rumahnya dekat dengan lokasi penyekapan bocah piatu di Perumahan Anggrek Regency, Kabupaten Sumedang

Deni adalah orang pertama yang menemukan bocah piatu itu merintih meminta tolong. 

Saat itu bocah berinisial R yang telah  lama ditinggal meninggal ibunya dalam kondisi mengkhawatirkan, kedua kakinya juga terikat rantai dengan ujung lain rantai itu diikatkan ke ranjang besi.

Kedua tangannya juga terikat rantai yang ujung rantainya diikatkan ke pelek mobil.

Baca juga: TERUNGKAP Sosok Penyekap yang Rantai Bocah Piatu ke Ranjang Besi hingga Nyaris Terbakar di Sumedang

Deni pun menceritakan bagaimana detik-detik menegangkan saat menyelamatkan anak tersebut yang sudah kesulitan bernafas karena terlalu lama menghirup asap pekat kebakaran di dapur rumah S itu.

"Waktu saya dan warga temukan sudah dalam kondisi lemah. Telat beberapa menit mungkin wallahu a'lam, karena itu kan pengap tidak ada ventilasi sama sekali di lantai dua," kata Deni saat ditemui TribunJabar.id di Anggrek Regency, Kamis (6/1/2022).

Pada Rabu (5/1/2022) anak berusia 5 tahun bernama R ditemukan terbaring di atas kasur dengan tangan dan kaki terikat rantai, di sebuah rumah di kompleks perumahan Anggrek Regency, di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

R diketemukan warga kompleks tersebut saat warga mendobrak rumah, bermaksud untuk memadamkan api yang asapnya mengepul pekat hingga ke atas genting.

Namun, yang membuat kesal warga, termasuk Deni, adalah gembok yang mengunci rantai itu ke sebuah kerangka ranjang besi.

Untung tangan yang terikat ke velg mobil, velg itu bisa diangkat warga, namun kerangka besi yang menjadi tambatan ikatan kaki sulit diangkat apalagi dari lantai 2 rumah itu.

Warga juga dalam keadaan panik sehingga tidak terpikirkan untuk mengambil alat untuk memotong rantai itu.

 "Ya kan itu ada nomor telepon di papan di depan rumah, di bawah tulisan "dijual", saya telpon, mengabarkan rumah terbakar dan seorang anak tersekap. Orang yang ditelepon tersebut memberi tahu bahwa kunci gemboknya ada di dekat TV," kata Deni.

Deni bergegas menghampiri televisi dan menggeledah sekitar benda elektronik itu demi menemukan kunci.

"Ketemu tuh kuncinya, tapi yang bisa dibuka hanya yang bagian kaki. Anak itu buru-buru diselamatkan untuk menghirup udara bersih dahulu, dibawa ke luar rumah," kata Deni.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved