Jumat, 10 April 2026

Berita Entertainment

'MEGAP-MEGAP', Begitu Curhat Denada Saat Harus Urus Aisha Aurum 4 Tahun di Singapura & Hampir Kolaps

"Megap-megap", itulah curhat Denada pada Maia Estianty saat menjadi bintang tamu dalam tayangan Youtube Maia Al El Dul TV, Sabtu (1/1/2022).

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
Instagram/denadaindonesia
Denada dan Aisha Aurum 

SURYA.CO.ID - "Megap-megap", itulah curhat Denada pada Maia Estianty saat menjadi bintang tamu dalam tayangan Youtube Maia Al El Dul TV, Sabtu (1/1/2022).

Sejak 2018 lalu, Denada harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengurus putri semata wayangnya, Aisha Aurum, yang divinis kanker dan harus menjalani pengobatan di Singapura.

Hingga 2019, Denada masih bisa pulang-pergi dari Jakarta ke Singapura. Karena di samping menjaga dan menemani Aisha Aurum, Denada tetap harus bekerja.

Baca juga: PENDERITAAN Hebat Aisha Putri Denada Idap Kanker Darah Sejak Usia 5 Tahun, ini Kabar Terbarunya

Namun, sejak pandemi pada 2020 lalu, Denada tak bisa terlalu sering melakukan perjalanan Jakarta-Singapura.

Selain adanya pembatasan, tak banyak pekerjaan yang bisa dilakukan Denada di Indonesia karena pandemi.

Untuk itu, Denada harus memutar otak agar biaya pengobatan sang anak tetap bisa tertutup.

Pada Maia Estianty, Denada menceritakan, jika awal keputusan melakukan pengobatan di Singapura telah diperhitungkan.

"Ke Singapura itu keluarga sudah harus expect bahwa di sana biaya 2-3 kali lipat lebih mahal daripada treatment di Indonesia, jadi itu udah diingetin dulu, kita udah tahu," kata Denada.

Saat disinggung Maia Estianty soal biaya pengobatan selama pandemi, Denada langsung mengungkapkan perasaannya.

"Memang 2 tahun ini berat banget," kata Denada.

"Sebelumnya sih gampang mbak, karena kan dari sini (Indonesia ke sana (Singapura) penerbangannya banyak"

"Jadi dulu tuh sering pulang ke Indonesia, dari sana tuh subuh naik pesawat, subuh ke sini, nyampe sini aku kerja seharian"

"Nanti flight terakhir aku pulang lagi ke Singapura," paparnya.

Diakui Denada, pandemi membuatnya kesulitan mencari nafkah dan pulang ke Indonesia.

Berbagai pekerjaan pun terpaksa batal karena pembatasan wilayah yang dilakukan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved