Berita Pacitan
Bertaruh Nyawa Demi Gula Kelapa, Warga Desa Kalak Kini Sejahtera Berkat Astra
Sudah sekitar 20 tahun, warga Dusun Krajan Wetan, Desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan ini bekerja sebagai pencari nira kelapa.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, PACITAN - Awan tampak mendung , Jumat (10/12/2021) pagi. Sekitar pukul 05.00 ke WIB, Kartin (45) keluar dari rumahnya, dan bergegas menuju kebun kelapa tak jauh dari rumahnya.
Sudah sekitar 20 tahun, warga Dusun Krajan Wetan, Desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan ini bekerja sebagai pencari nira kelapa.
Sesampainya di kebun kelapa, ia kemudian memanjat kelapa sambil menenteng jeriken yang diikat di tubuhnya.
Pagi itu, ia mengambil nira kelapa dari dalam bumbung yang dipasang di pucuk pohon kelapa.
"Sudah 20 tahun lebih kira-kira, sudah turun temurun, saya ini generasi ketiga di keluarga saya yang bekerja mengambil nira kelapa," kata Kartin saat ditemui.
Ia menuturkan, sekitar sepuluh tahun yang lalu, ada banyak warga di desanya yang bekerja sebagai pencari nira kelapa dan perajin gula kelapa.
Namun, seiring waktu, para pencari nira kelapa pun mulai berkurang.
"Dulu banyak, sekarang generasi penerusnya sudah tidak ada, karena deres (memanen nira kelapa) itu kan beresiko tinggi," ucapnya.
Kartin sadar pekerjannya itu beresiko tinggi.
Baca juga: Sejumlah Jalan di Kota Malang Ditutup saat Pergantian Malam Tahun Baru
Ia bisa kehilangan nyawa sewaktu-waktu apabila jatuh dari pohon kelapa yang berketinggian rata-rata sekitar delapan meter lebih.
Bahkan, ketika turun hujan ia juga harus tetap mengambil deresan nira di pucuk pohon kelapa
"Kalau turun hujan tetap diambil, sebab kalau tidak bisa rusak nira kelapanya," pungkasnya.
Pagi itu, Kartin mendapat sekitar sepuluh liter nira kelapa dari beberapa pohon kelapa yang ia panjat.
Nira kelapa yang sudah dipindah ke dalam jeriken tersebut kemudian ia bawa pulang ke rumahnya.
Setibanya di rumah, istrinya Nurkayah (40) sudah menunggu di dapur.
Nira kelapa tersebut kemudian dimasak di atas tungku kayu di dapur rumahnya yang berukuran sekitar 3x3 meter.
"Dari sepuluh liter nira kalau diolah bisa jadi 1 kilogram hingga 1,5 kilogram. Tergantung dari pohon kelapanya, kalau pohonnya tua kadarm gula tinggi, kalau pohon pendek kadar gula rendah jadi gulanya sedikit," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gula-kelapa-produksi-para-perajin-di-desa-kalak-kecamatan-donorejo-kabupaten-pacitan.jpg)