Sabtu, 18 April 2026

Berita Surabaya

BKKBN Gandeng Komisi IX DPR RI, Gelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Berencana

Program sosialisasi yang dilakukan ke seluruh Indonesia ini, tak hanya menyasar para keluarga saja, namun mulai remaja hingga lansia.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/akira tandika
Plt Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardani saat memberikan sosialisasi soal stunting dan perencanaan kehamilan pada kader yang berasa di Balai RW Karangrejo Sawah Kota Surabaya, Rabu (15/12/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN bersama Komisi IX DPR RI tengah gencar melakukan sosialisasi mengenai keluarga berencana.

Program sosialisasi yang dilakukan ke seluruh Indonesia ini, tak hanya menyasar para keluarga saja, namun ke semua usia mulai remaja hingga lansia.

Plt Deputi Bidang pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardani menilai, program keluarga berencana ini sebetulnya memiliki konten yang luas.

Termasuk di dalamnya adalah soal pencegahan stunting dan pengendalian jarak lahir.

"Dua hal itu, saat ini menjadi fokus kami. Misalnya stunting, langkah pencegahan yang perlu dilakukan adalah melakukan tes menyeluruh dan persiapan calon pengantin. Jadi, bukan sudah menikah baru direncanakan. Bahkan jauh sebelum itu, calon pengantin, terutama perempuan, harus memenuhi standar kesehatan sebagai langkah pencegahan stunting," terang perempuan yang akrab disapa Listya itu, saat ditemui di Balai RW Karangrejo Sawah, Rabu (15/12/2021).

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Besar Kota Malang Merangkak Naik

Listya menyebutkan, angka stunting di Indonesia saat ini cukup tinggi.
Sehingga pemenuhan nutrisi bagi anak ketika mereka telah lahir, dirasa kurang mencukupi.

"Maka itu perlu dilakukan tes bagi perempuan khususnya, karena mereka yang akan mengandung calon anak tersebut. Biasanya berupa tes fisik. Misal, pinggang atau lengan yang terlalu kecil, tidak diperkenankan hamil hingga memenuhi standar. Kemudian beberapa tes kesehatan lain, seperti reproduksi dan rahim," jelasnya.

Dalam gelaran sosialisasi itu, hadir pula perwakilan dari Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, yang turut memberikan penyuluhan pada kader BKKBN di Karangrejo Sawah.

Arzeti Bilbina meminta agar perempuan, baik yang sudah ataupun belum menikah, melakukan perencanaan kehamilan dengan baik.

Selain stunting, jarak kehamilan antar anak juga menjadi fokus BKKBN saat ini.

"Saya pernah, tidak sadar sedang hamil lagi ketika saya baru saja melahirkan seorang anak," buka Arzeti.

Dari kejadian tersebut, Arzeti merasa cukup keteteran. Bukan hanya dalam mengurus anak, namun luka-luka dari melahirkan sebelumnya pun belum sembuh betul.

Lewat program sosialisasi tersebut, BKKBN berharap agar kader dapat menjadi perpanjangan lidah kepada masyarakat untuk menindak secara serius persoalan stunting dan perencanaan kehamilan ini.

Supaya angka kehamilan, termasuk kematian ibu karena melahirkan pun menurun di Indonesia.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved