Breaking News:

Berita Surabaya

Dalami Kasus Mahasiswi Mojokerto yang Dipaksa Aborsi, Polisi Juga Periksa Orang Tua Bripda Randy

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menegaskan, pihaknya telah memeriksa kedua orang tua Bripda Randy.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Luhur Pambudi
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Polda Jatim terus mendalami dugaan kasus aborsi NW (23), mahasiswi asal Mojokerto yang meninggal dunia usia menenggak cairan racun, hingga menyeret pacarnya seorang oknum anggota polisi Bripda Randy Bagus (21) sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menegaskan, pihaknya telah memeriksa anggota keluarga tersangka, dalam hal ini adalah kedua orang tua Bripda Randy.

Kendati demikian, ia tidak memberikan rincian mengenai kapan kedua orang tua Bripda Randy diperiksa penyidik.

Namun Gatot memastikan, bahwa proses penyidikan dengan melibatkan sejumlah saksi-saksi tambahan sudah dilakukan.

"Semua sudah kami periksa, iya anggota keluarga Bripda RB, orang tua," katanya, Selasa (7/12/2021).

Gatot menegaskan, pihaknya melakukan proses penegakkan hukum secara profesional, dalam menangani perkara tersebut.

Bahkan, sejak Sabtu (4/12/2021) hingga Selasa (6/12/2021), Bripda Randy sedang mendekam di Ruang Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Mapolda Jatim.

Hal itu dilakukan hingga proses penyidikannya dikatakan rampung oleh pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jatim, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

"Intinya kami lakukan secara profesional. Saat ini sudah kami tahan," pungkasnya.

Sebelumnya, pemuda 21 tahun itu terbukti terlibat dalam upaya aborsi sebanyak dua kali atas kehamilan yang dialami pacarnya, NW, pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved