Breaking News:

Berita Mojokerto

Para Mahasiswa di Mojokerto Desak Polri Beri Hukuman Maksimal Terhadap Bripda Randy

Para mahasiswa prihatin terkait kejadian yang menimpa almarhum mahasiswi NW, apalagi pelakunya aparat penegak hukum.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Sejumlah mahasiswa ziarah di makam almarhum mahasiswi NW, di pemakaman Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (6/12/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto mendesak Polri menjatuhkan hukuman maksimal terhadap Bripda Randy Bagus (21), tersangka kasus aborsi yang menimpa mahasiswi NW (23) warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Tersangka Bripda Randy Bagus, juga turut berperan melakukan tindakan aborsi selama dua tahun berpacaran dengan mahasiswi NW.

Tindakan dua kali aborsi yang menimpa mahasiswi semester 10 Program Studi Sastra Inggris Universitas Brawijaya Malang tersebut, atas keterlibatan Bripda Randy yang menjadi latarbelakang korban mengakhiri hidupnya dengan minum racun di atas pusara makam ayahnya.

Ketua Mandataris PC PMII Mojokerto, Ahmad Rofii (25) mengatakan, pihaknya prihatin terkait kejadian yang menimpa almarhum mahasiswi NW, apalagi pelakunya aparat penegak hukum yang seharusnya mengedukasi bukan malah melakukan tindakan-tindakan tak senonoh.

"Siapapun pelakunya harus ditindak sesuai hukum dan kejadian yang menimpa almarhum sangat disayangkan, apalagi pelakunya ini juga dari aparat Kepolisian. Karena perempuan itu dijaga, bukan untuk dilecehkan," ungkapnya, Senin (6/12/2021).

Dia menyebut, PMII khususnya, dibidang perempuan terus mengawal adanya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) agar segera disahkan.

"Kasus kekerasan seksual tidak hanya terjadi di Mojokerto maupun di Malang, sehingga perlindungan RUU PKS ini sangat penting untuk korban-korban kekerasan seksual maupun kasus yang menimpa almarhum," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan aksi solidaritas kasus yang menimpa mahasiswi NW maupun bagi korban kekerasan seksual di depan Mapolres Mojokerto.

"Kami akan melakukan aksi teaterikal yang dipusatkan di depan Polres Mojokerto untuk menyuarakan penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan dan kasus-kasus tersebut harus diusut tuntas siapapun pelakunya harus diproses sesuai hukum," ucap Ahmad Rofii.

Masih kata Ahmad, dia sempat komunikasi dengan ibu korban yang menyatakan viral-nya kasus yang menimpa almarhum di luar wewenangnya keluarga.

Selain itu, sebelum kejadian itu, almarhum pernah dirujuk ke RSJ namun tidak ada indikasi mengenai kejiwaannya.

Setelah takziah ke rumah duka dan bertemu keluarga korban, para mahasiswa PMII Mojokerto itu berziarah ke makam almarhum yang berada di pemakaman Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

"Intinya sudah mengikhlaskan kepergian almarhum," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved