Breaking News:

Kesiapan RSDL Bangkalan Mengantisipasi Perkembangan Covid-19 Jelang Nataru

Selama pemerintah belum menyatakan pandemi selesai maka keberlangsungan RS Lapangan, khususnya RSDL Bangkalan akan tetap dibutuhkan.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Suasana Pertemuan Khusus Dinkes Provinsi Jatim, BPBD, Relawan RSDL Bangkalan serta para nakes, Kamis (2/12/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Memasuki bulan kelima beroperasinya Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Bangkalan atau Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur, tetap siaga dan terus berbenah. Beberapa stakeholder terkait mengadakan pertemuan khusus. Mereka berasal Dinkes Provinsi Jatim, BPBD, Relawan RSDL Bangkalan serta para nakes, Kamis (2/12/2021).

Selain berkoordinasi dan konsolidasi, pihak terkait juga sekaligus memperbarui kesiapan dalam rangka mengantisipasi perkembangan Covid-19, khususnya mendekati liburan akhir tahun dan varian baru yang mungkin muncul.

Perwakilan BPBD, Drs Sriyono menyatakan rasa syukur dan bangga bahwa Jatim rangking satu dalam penanganan Covid-19. RSDL Bangkalan juga memberikan kontribusi yang besar atas prestasi tersebut. Sehingga, Jatim menjadi barometer dalam penanganan selanjutnya.

"Untuk itu selama pemerintah belum menyatakan pandemi selesai maka keberlangsungan RS Lapangan, khususnya RSDL Bangkalan akan tetap dibutuhkan. Pada kondisi sekarang ini, di Jawa Timur setidaknya masih ada empat rumah sakit lapangan yang masih beroperasi. Yakni RSL Indrapura Surabaya, RSL Ijen Boulevard Malang, dan RSL Dungus Madiun dan RSDL Bangkalan," ujarnya.

Apalagi, kata Sriyono, memasuki liburan akhir tahun berupa natal dan tahun baru serta sekarang ini menghangatnya isu varian baru, maka RSDL Bangkalan akan tetap beroperasi.

RSDL Bangkalan menempati kawasan yang cukup representatif untuk RS Lapangan dengan lahan yang luas. Saat ini masih mampu menangani lebih dari 250 pasien serta dapat dikembangkan untuk kapasitas 500 bed bahkan bisa lebih.

Perwakilan Dinkes, dr Ninis memaparkan, Oktober hingga November seluruh rumah sakit lapangan masih siaga mengamati kurva kasus Covid-19 dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan keberlanjutannya. Memang dengan kondisi sekarang pelayanan teknis apabila zero case, nakes bisa dilakukan pengurangan jam kerja, namun tetap siaga apabila sewaktu waktu terjadi kasus dan dibutuhkan peran nakes dan relawan.

"Mengenai honor para nakes dan relawan tetap menjadi perhatian dan apabila skema dari pusat sudah selesai atau berhenti, akan dialihkan ke pendanaan dari APBD Jatim yang tentunya akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada," jelasnya.

Radian Jadid, Ketua Relawan RSDL Bangkalan menyatakan, semua personel tetap menjalankan fungsinya sesuai keberadaan rumah sakit. Selama belum ada putusan baru dari pimpinan tentang keberlangsungan rumah sakit, maka semua tetap berjalan normal seperti biasanya, termasuk menghadapi nataru dan potensi varian baru.

"Bahwa kemudian RSDL Bangkalan akan diperpanjang operasionalnya untuk enam bulan kedepan, semua sangat bergantung dari kondisi yang menjadi pertimbangan penentu kebijakan," tuturnya.

"Semua memang dinamis, RS Lapangan memang didesain sesuai kebutuhan terhadap penanganan pandemi Covid-19. Semua awak rumah sakit dan relawan sudah menyatu dalam sistem rumah sakit, dan sudah teruji selama ini. Selesai sampai Desember ataupun diperpanjang lagi, adalah wilayah dan kebijakan pimpinan, namun kesiapan personil adalah sesuatu yang sudah dimiliki dan akan tetap bisa didayagunakan apabila diperlukan," pungkas Jadid.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved