Berita Malang

Tak Pernah Termanfaatkan, Halte Seni Budaya Kini Jadi Ajang Ekspresi Kolase Tema Perhubungan

"Saya selama dua tahun mengamati halte ini. Ada tulisan Halte Seni Budaya tapi kok gak pernah dimanfaatkan," jelas Nisrina Aulia

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Rudy Hartono
surya/sylvianita widyawati
Kegiatan komunitas membuat kolase di Halte Seni Budaya di JL Veteran, Selasa (30/11/2021). 

SURYA.co.id | MALANG -Tidak banyak yang tahu bahwa halte di depan Masjid Ibnu Sina Jl Veteran, Malang, ada tulisan “Halte Seni Budaya”. Halte itu kadang berfungsi sebagai tempat menunggu angkutan umum serta jadi tempat tidur. Tapi kini sedang diaktivitasi sebagai ruang pamer kolase mulai Selasa (30/11/2021).

"Saya selama dua tahun mengamati halte ini. Ada tulisan Halte Seni Budaya tapi kok gak pernah dimanfaatkan," jelas Nisrina Aulia, inisiator "Proyek Strategis Kota" pada surya.co.id. Ia menggandeng komunitas Asri Kolaj sebagai rangkaian dari Jatim Bienalle IX/2021.

Menurut Nisrina, posisi halte sangat strategis di JL Veteran dan di antara dua perguruan tinggi Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang yang memiliki jurusan seni dan desain. Namun tidak ada aktivitas. "Bahkan sebagian besar orang-orang baru ngeh ada Halte Seni Budaya," jawabnya.

Sebelum diaktivasi, halte dibersihkan dulu dari vandalisme dan iklan usaha. Setelah bersih, anggota komunitas menempeli dengan gambar cetakan foto yang digunting. "Temanya tentang perhubungan," jelas Farhan, anggota komunitas Asri Kolaj saat sedang menggunting gambar. Dijelaskan, foto-fotonya didapat dari mereka yang submit.

Setelah dicetak, kemudian digunting dan ditempel di halte sehingga membentuk cerita. Menurut Farhan, ada 74 foto dimana setiap foto dicetak empat kali. Menurut dia, kegiatannya sudah berizin ke Dinas Perhubungan untuk dimanfaatkan sebagai ruang seni.

Widya, anggota komunitas menyatakan senang bergabung karena mendapatkan teman-teman baru. "Kalau saya pribadi senang bikin kolase dan kemudian saya upload ke IG," jelas Widya. Berkreasi di kolase disebutnya sebagai bentuk hiburan. Nisrina berharap lewat kegiatan ini bisa membuat halte makin terlihat apik. Sebab halte ada ruang publik dimana terjadi banyak interaksi sosial.

Di Kota Malang ada sejumlah titik halte. Namun jarang termanfaatkan maksimal. Karena untuk menunggu angkutan umum yaitu angkutan kota tak harus di halte. Lokasi halte seperti di JL Veteran, JL Bandung, kawasan Tugu dll.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved