Copet Internasional Baraksi Saat WSBK di Sirkuit Mandalika Beranggotakan Satu Keluarga, Ini Triknya
Satu keluarga yang menjadi copet saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika ditangkap aparat kepolisian.
SURYA.co.id | LOMBOK - Satu keluarga yang menjadi copet saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika ditangkap aparat kepolisian.
Ada delapan orang yang ditangkap. Tiga orang dalam satu keluarga dan seorang adalah tetangganya. Sementara empat orang lainnya masih diperiksa.
Para copet internasional itu berangkat dari Jakarta menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat menjelang WSBK berlangsung.
Di Lombok, mereka menyewa rumah kos. Esoknya menuju ke lokasi sirkuit dengan menyewa kendaraan milik masyarakat lokal.
Para copet ini tak hanya beraksi di Indonesia. Rupanya, mereka sudah puluhan kali beraksi di luar negeri, khususnya di Singapura dan Malaysia.
Para copet itu ditangkap pada Minggu (21/11/2021).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan, komplotan tersebut juga melakukan aksi pencopetan hingga ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia.
Bahkan aksi kejahatan mereka tercatat dilakukan hingga puluhan kali.
"Jadi mereka tidak hanya beroperasi di Lombok, melainkan di daerah lain seperti Batam, di mana mereka sudah 50-an kali penjambretan, bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura," ungkap Hari.
Hari Brata mengemukakan, sebenarnya ada delapan orang dalam kelompok tersebut.
Empat di antaranya yakni DC, LO, DA adalah satu keluarga.
Sedangkan AW ialah tetangga mereka. Komplotan itu datang dari Jakarta pada Jumat (19/11/2021). Mereka menginap di sebuah kos-kosan di Desa Gerupuk.
Untuk menuju ke lokasi balapan, komplotan tersebut menyewa kendaraan.
"Empat di antaranya (satu keluarga) sudah ditetapkan tersangka. Sedangkan empat lainnya masih didalami, dan kami akan terus lakukan pengembangan agar komplotan mereka ini berhasil kami ringkus hingga ke akarnya," tegas Hari.
Pelaku menyasar tas, terutama milik wanita yang terbuka dan sedang lengah.
Mereka kemudian bekerja sama mengoper, memepet hingga mengambil barang berharga milik korban.
"Anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku mengoper barang, dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang," kata Hari Brata.
Salah satu di antara mereka kemudian tertangkap saat berada di Sirkuit Mandalika.
Sedangkan tiga lainnya ditangkap di Pelabuhan Lembar.
Lalu, berdasarkan pengembangan, polisi kembali menangkap empat orang lainnya di kapal feri menuju ke Bali.
Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan pasal pasal 363 tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (Kompas.com)