Breaking News:

Berita Lamongan

Kabupaten Lamongan Bisa Jadi Pelopor Pertanian Modern di Indonesia

Selain jadi pegawai di tanahnya sendiri, petani Lamongan akan memperoleh jaminan atas komoditas yang ditanam.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Dahlan Iskan saat menjadi narasumber Forum Ilmiah Peringatan HUT ke-50 KORPRI Kabupaten Lamongan, di Ruang Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (24/11/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Melihat potensi Kabupaten Lamongan di sektor pertanian yang cukup besar, Dahlan Iskan melihat peluang Kabupaten Lamongan dapat menjadi pelopor pertanian modern di Indonesia.

Pandangan itu disampaikan Dahlan Iskan saat menjadi narasumber Forum Ilmiah Peringatan HUT ke-50 KORPRI Kabupaten Lamongan, di Ruang Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (24/11/2021).

“Jika pertanian di Lamongan ini dijadikan sistem koordinat (tanpa pematang) dikerjakan dengan cara mekanisasi, ada manajemennya, maka petani akan memperoleh nilai lebih," kata Dahlan Iskan.

Selain jadi pegawai di tanahnya sendiri, petani Lamongan akan memperoleh jaminan atas komoditas yang ditanam.

Ia meyakini, kalau ini bisa dipelopori Lamongan, akan menjadi pertanian dengan sistem komunitas berbasis modern pertama di Indonesia.

Baca juga: Kejari Kabupaten Sampang Musnahkan Barang Bukti Selama Tahun 2021

Dahlan Iskan juga menambahkan, jika Kabupaten Lamongan bisa mengelola tiga sektor kunci ini maka Kejayaan Lamongan akan tercapai.

“Lamongan akan dapat mencapai kejayaan jika dapat mengelola tiga sektor dengan baik. Pertama yakni pengembangan sektor pertanian, sektor UMKM dan satu lagi adalah sektor pendidikan,” ungkapnya.

Namun Dahlan juga mengingatkan agar pengembangan tiga sektor tersebut harus detail, tidak hanya terpaku pada konsep dan perencanannya, tapi juga apa bisa dilaksanakan dengan baik atau tidak.

“Jangan hanya terpaku pada konsep dan perencanaan yang matang saja, tetek bengeknya juga harus diperhatikan. Pimpinan harus mengecek kalau perlu sampai ditingkat bawah harus terus diawasi,” tandas Dahlan.

UMKM tidak harus ada anggaran, program pelatihan dan sebagainya tidak harus ada bantuan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved