Selasa, 5 Mei 2026

Berita Lamongan

Kabupaten Lamongan Bisa Jadi Pelopor Pertanian Modern di Indonesia

Selain jadi pegawai di tanahnya sendiri, petani Lamongan akan memperoleh jaminan atas komoditas yang ditanam.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Dahlan Iskan saat menjadi narasumber Forum Ilmiah Peringatan HUT ke-50 KORPRI Kabupaten Lamongan, di Ruang Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (24/11/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Melihat potensi Kabupaten Lamongan di sektor pertanian yang cukup besar, Dahlan Iskan melihat peluang Kabupaten Lamongan dapat menjadi pelopor pertanian modern di Indonesia.

Pandangan itu disampaikan Dahlan Iskan saat menjadi narasumber Forum Ilmiah Peringatan HUT ke-50 KORPRI Kabupaten Lamongan, di Ruang Pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (24/11/2021).

“Jika pertanian di Lamongan ini dijadikan sistem koordinat (tanpa pematang) dikerjakan dengan cara mekanisasi, ada manajemennya, maka petani akan memperoleh nilai lebih," kata Dahlan Iskan.

Selain jadi pegawai di tanahnya sendiri, petani Lamongan akan memperoleh jaminan atas komoditas yang ditanam.

Ia meyakini, kalau ini bisa dipelopori Lamongan, akan menjadi pertanian dengan sistem komunitas berbasis modern pertama di Indonesia.

Baca juga: Kejari Kabupaten Sampang Musnahkan Barang Bukti Selama Tahun 2021

Dahlan Iskan juga menambahkan, jika Kabupaten Lamongan bisa mengelola tiga sektor kunci ini maka Kejayaan Lamongan akan tercapai.

“Lamongan akan dapat mencapai kejayaan jika dapat mengelola tiga sektor dengan baik. Pertama yakni pengembangan sektor pertanian, sektor UMKM dan satu lagi adalah sektor pendidikan,” ungkapnya.

Namun Dahlan juga mengingatkan agar pengembangan tiga sektor tersebut harus detail, tidak hanya terpaku pada konsep dan perencanannya, tapi juga apa bisa dilaksanakan dengan baik atau tidak.

“Jangan hanya terpaku pada konsep dan perencanaan yang matang saja, tetek bengeknya juga harus diperhatikan. Pimpinan harus mengecek kalau perlu sampai ditingkat bawah harus terus diawasi,” tandas Dahlan.

UMKM tidak harus ada anggaran, program pelatihan dan sebagainya tidak harus ada bantuan.

Istilah pengusaha, pengusaha itu jangan dibantu dan jangan diganggu.

"Lebih baik kita pilih UMKM terbaik tidak hanya soal omzet, namun yang punya karakter pengusaha yang bisa menjadi monitoring atau naluri, " katanya.

Menyinggung digitalisasi dan peran anak muda dalam membangun daerahnya, dimulai dari hal kecil, misalnya di bidang kesehatan dengan membentuk kelompok kecil berisi lima dokter muda untuk membahas inovasi kesehatan.

"Anak muda jangan terlalu sering minta nasihat, " katanya.

Dahlan Iskan juga mengapresiasi forum yang langsung dimoderatori oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved