Breaking News:

Berita Trenggalek

Polisi Bubarkan Balap Liar di Kabupaten Trenggalek, Amankan 67 Sepeda Motor

Aksi balap liar yang meresahkan masyarakat dibubarkan Satlanas Polres Trenggalek dalam razia yang digelar tengah malam.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Puluhan kendaraan terparkir di halaman Mapolres Trenggalek, Senin (22/11/2021). Kendaraan ini adalah hasil razia balap liar. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Aksi balap liar yang meresahkan masyarakat dibubarkan Satlanas Polres Trenggalek dalam razia yang digelar tengah malam.

Lokasi pembubaran balap liar itu berada di jalan area Kecamatan Pogalan yang biasa menjadi lokasi balap liar para pemuda di Trenggalek.

Dari hasil razia yang digelar, Satlantas mengamankan 67 sepeda motor. Selain razia balap liar, beberapa kendaraan juga terjaring operasi knalpot brong.

Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Meita Anisa Saputra menjelaskan, seluruh kendaraan hasil razia masih diamankan di salah satu halaman parkir Mapolres Trenggalek.

“Ini hasil razia Minggu (21/11/2021) dini hari. Kami menindak balap liar di jalan masuk Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan,” kata Meita, Senin (22/11/2021).

Ia menjelaskan, razia balap motor liar itu digelar dalam Ops Zebra Semeru yang berlangsung sejak 15 November lalu.

Baca juga: Pemkot Batu Pastikan Bangun Dua Rumah Korban Banjir Bandang

Pihaknya berharap, razia ini bakal membuat para pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi balap liar menjadi lebih nyaman. Termasuk untuk meminimalisir risiko kecelakaan akibat balap liar.

Selain mengamankan puluhan kendaraan, petugas juga menilang para pengemudinya.

Kendaraan mereka baru bisa diambil apabila pemilik telah mengikuti sidang tilang dan mengajak orang tuanya ke Mapolres.

“Kami mengundang orang tua masing-masing dan para pelanggaran. Kami juga meminta mereka untuk mengganti onderdil sesuai speksifikasinya,” kata dia.

Heru menjelaskan, aksi balap liar merupakan kegiatan melawan hukum. Para pelakunya bisa dijerat dengan pasal 297 jo pasal 115 (b) UURI 22/2019 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Mereka bisa diancam dengan hukuman kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

“Kami mengimbau kepada orang tua agar lebih peduli kepada putra-putrinya. Jangan sampai terjerumus ke pergaulan yang menimbulkan kerugian bagi masa depan mereka,” ujarnya.

BACA BERITA TRENGGALEK LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved