Sabtu, 2 Mei 2026

Khofifah Ungkap Stok Sapi Kurban Jatim Melimpah: Surplus 550 Ribu Ekor

Gubernur Khofifah pastikan stok sapi kurban Jatim 2026 surplus 558.569 ekor. Hewan sehat, bebas PMK/LSD dan siap pasok ke luar provinsi.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Humas Pemprov Jatim
TINJAU HEWAN KURBAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026). Khofifah memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Khofifah meninjau peternakan di Nganjuk dan memastikan stok sapi kurban Jawa Timur (Jatim) surplus hingga 558.569 ekor.
  • Ternak di Jatim dipastikan bebas dari penyakit PMK dan LSD berkat pengawasan ketat serta program vaksinasi yang masif.
  • Sebanyak 2.450 petugas kesehatan dan 1.997 Juleha dikerahkan untuk menjamin kelayakan daging kurban selama Idul Adha 2026.

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak ke sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan, untuk memastikan ketersediaan dan jaminan kesehatan hewan kurban menjelang momentum Idul Adha 2026.

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah secara spesifik memeriksa kondisi fisik ternak untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat, serta bebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Hal ini menjadi prioritas utama, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban.

Kualitas Premium dan Bobot di Atas 1 Ton

Di sentra peternakan UD Sapi Baru, terdapat populasi sekitar 200 ekor sapi dari berbagai jenis unggulan seperti Peranakan Ongole (PO), Limosin hingga Simental. Sapi-sapi di lokasi ini tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal Jawa Timur, namun juga melayani permintaan lintas provinsi.

"Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Kami lihat bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini menjadi indikator bahwa kualitas ternak di Jawa Timur sangat baik," ujar Khofifah saat meninjau lokasi didampingi tim teknis.

Khofifah juga mengapresiasi peran peternak lokal seperti Pak Mursyid (pemilik UD Sapi Baru) yang mampu menjadi supplier strategis.

"Insya Allah bisa menopang untuk provinsi lain juga, contohnya pengiriman ke Kalimantan hingga Boyolali, Jawa Tengah," imbuhnya.

Data Surplus Hewan Kurban Jawa Timur 2026

Berdasarkan data yang dihimpun SURYA.co.id, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mencatat proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 427.060 ekor. Namun, ketersediaan stok jauh melampaui angka kebutuhan tersebut, sehingga terjadi surplus yang sangat signifikan.

Berikut rincian ketersediaan vs kebutuhan ternak kurban di Jatim:

  • Sapi: Kebutuhan 70.550 ekor, ketersediaan 629.119 ekor (Surplus 558.569 ekor).
  • Kambing: Kebutuhan 297.900 ekor, ketersediaan 940.693 ekor (Surplus 642.793 ekor).
  • Domba: Kebutuhan 58.600 ekor, ketersediaan 484.468 ekor (Surplus 452.868 ekor).
  • Kerbau: Kebutuhan 10 ekor, ketersediaan 1.698 ekor (Surplus 1.688 ekor).

"Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur surplus cukup signifikan di seluruh jenis ternak. Ketersediaan kita sangat cukup untuk menopang kebutuhan provinsi lain di Indonesia," tegas Khofifah.

Pengawasan Ketat: Ante Mortem dan Post Mortem

Untuk menjaga kepercayaan publik, Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan (Disnak) menyiagakan ribuan petugas kesehatan.

Pengawasan dilakukan melalui dua tahap krusial, yakni pemeriksaan sebelum dipotong (ante mortem) dan setelah dipotong (post mortem).

Langkah ini diperketat, menyusul evaluasi penanganan PMK dalam 2 tahun terakhir. Jika ditemukan indikasi penyakit di suatu wilayah, pemerintah tak segan menutup sementara operasional pasar hewan terdekat untuk mencegah penularan.

Total petugas yang dikerahkan meliputi:

  • 950 Dokter Hewan Medik Veteriner.
  • 1.500 Paramedik Veteriner.
  • 145 Pengawas Bibit Ternak.
  • 75 Pengawas Mutu Pakan.
  • 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.

"Kami memastikan hewan ternak sehat melalui vaksinasi, biosecurity dan pengobatan yang intensif. Daging kurban dari Jawa Timur dipastikan layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat," tutup Khofifah.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved