Sabtu, 11 April 2026

Berita Kota Surabaya

Persaingan Industri Logistik Ketat, BSA Serius Menjaga Kondisi Prima Kendaraan

Pertumbuhan ini diikuti pula dengan persaingan yang ketat di industri logistik, menuntut para pelaku usaha lebih efisien.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Deddy Humana
istimewa
CEO BSA Logistics, Thomas Wenas berbincang dengan CFO BSA Logistics Hendri S Setiawan (kaus biru) di Kantor Pusat BSA di Cakung, Cilincing, Jakarta. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyebutkan pertumbuhan bisnis logistik pada 2020 mencapai lebih dari 30 persen. Diperkirakan, sektor ini bertumbuh sekitar Rp 40 triliun atau lebih setiap tahunnya.

Pertumbuhan ini diikuti pula dengan persaingan yang ketat di industri logistik, yang menuntut para pelaku usaha untuk lebih efisien.

CEO BSA Logistics, Thomas Wenas mengatakan, sebagai perusahaan logistik, operasional mereka harus efisien. "Apalagi, angkutan logistik mereka banyak mendukung kegiatan ekspor impor yang berlangsung 24 jam sehari. Karena itu, armada yang prima sangat dibutuhkan," kata Thomas, Minggu (14/11/2021).

Thomas menjelaskan, perseroan yang berdiri tahun 1992 ini banyak melayani kegiatan logistik kertas, crude palm oil (CPO), bio diesel, angkutan log, dan pupuk. Angkutannya ada yang di daerah pedalaman dan ada juga yang di perkotaan.

“Dengan intensitas kerja yang padat, kami harus pastikan armada selalu fit, memiliki engine yang handal, dan irit bahan bakar. Sebab BBM berkontribusi sekitar 30-40 persen dari biaya logistik,” papar Thomas.

Saat ini BSA Logistics memiliki sekitar 400-an unit armada. Dari jumlah tersebut sekitar 40-50 persen di antaranya dari Isuzu. Thomas mengatakan, Isuzu dipilih karena memiliki mesin yang handal, irit, dukungan suku cadang yang memadai, dan servis yang baik. "Sehingga, memudahkan mereka jika membutuhkan perawatan dan perbaikan," jelas Thomas.

Terpisah, After Sales Service Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Budhi Prasetyo menambahkan, Isuzu selalu berupaya mencari solusi untuk bisa membantu para customer agar bisa beroperasi lebih efisien.

"Salah satunya dengan memperkuat layanan after sales service. Di antaranya memperbanyak ketersediaan suku cadang lokal sesuai standard Astra," ungkap Budhi.

Pihaknya selalu berusaha menyediakan kebutuhan suku cadang di setiap area berdasarkan data history permintaan customer kepada outlet-outlet Isuzu di daerah.

“Kami berusaha memberikan solusi terbaik untuk customer dengan memberikan produk yang sesuai dengan harapan konsumen, harga yang kompetitif, dan life time produk yang sesuai ekspektasi customer. Sehingga mereka bisa mendapatkan nilai yang terbaik,” papar Budhi.

Berdasarkan pengalaman Isuzu, lebih dari 95 persen permintaan suku cadang bisa mereka penuhi. Sedangkan, waktu tunggu untuk pengiriman ke daerah tergantung ketersediaan ekspedisi.

“Biasanya kalau bisa dijangkau dengan pesawat terbang maka kami kirimkan dengan pesawat terbang,” bebernya.

Sementara CFO BSA Logistics, Henri S Setiawan menambahkan, untuk mendukung kelancaran operasional perseroan, pihaknya memilih kontrak servis dengan Isuzu.

"Tujuannya, agar ada armada yang mengalami kerusakan bisa langsung ditangani oleh Isuzu. Perbaikan ini bisa dilakukan di bengkel diler atau pihak Isuzu yang mendatangi unit yang butuh diservis," papar Henri.

Selain itu jika terjadi kerusakan di perjalanan dan membutuhkan penggantian spare part pun mudah karena banyak toko yang menjual. "Bahkan, kalau pun mereka membutuhkan bantuan tenaga mekanik Isuzu, mereka bisa menghubungi lewat telepon dan responnya selama ini cukup baik," jelas Henry.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved