Selasa, 9 Juni 2026

Berita Lamongan

Tak Bisa Lepas Cincin Kawin, Pemuda Lamongan Ini Minta Bantuan Petugas Damkar

arga Desa Jotosanur Kecamatan Tikung terpaksa mendatangi kantor Damkar Lamongan di jalan Mastrip karena tidak bisa melepas cincin kawin

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Damkar Kabupaten Lamongan
Proses melepas cincin Feril Adi Sucipto (24) warga Desa Jotosanur Kecamatan Tikung oleh petugas Damkar, Sabtu (13/11/2021) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Ruang lingkup kerja petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Lamongan semakin melebar.

Mulai dari memadamkan kebakaran, mengevakuasi binatang membahayakan dan terancam.

Ditambah lagi melepas cincin yang tidak bisa lagi dilepas pribadi oleh pemakainya.

Bahkan sudah tak terhitung berapakali jumlahnya petugas Damkar membantu warga melepas cicin.

Seperti Sabtu (13/11/2021), Feril Adi Sucipto (24) warga Desa Jotosanur Kecamatan Tikung terpaksa mendatangi kantor Damkar Lamongan di jalan Mastrip karena tidak bisa melepas cincin kawin yang menghiasi jari manisnya.

Feril tak kuasa melepasnya sendiri akibat cincin yang ia kenakan susah dilepaskan dari jarinya.

Ia lalu mendatangi kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamongan.

Setibanya di kantor Damkar, petugas pun segera melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya itu.

"Sekitar jam 09.30 WIB mas Feril datang ke kantor meminta bantuan karena tidak bisa melepas cincin kawinnya," kata Kabid Pemadam Kebakaran Lamongan, Amri, Sabtu (13/11/2021).

Mendapati keluhan warga ini, lanjut Amri, 5 orang petugas kemudian berusaha membantu mengeluarkan cincin dari jari manis korban.

Baca juga: Polisi Gerebek Gudang Penimbunan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Lumajang

Keterangan Feril, kata Amri, cincin yang dikenakan itu sudah cukup lama menghiasi jari manisnya, yaitu sejak ia menikah.

Hingga hari ini ketika ia berusaha melepas cincin tersebut ternyata sudah tidak bisa dilepas.

"Lima petugas Damkar membantu mengeluarkan cincin kawin tersebut," ujarnya.

Amri menyebut, petugas menggunakan benang yang dimasukkan ke dalam cincin yang kemudian direkayasa sedemikian rupa sehingga bisa sedikit melonggarkan cincin dan lepas.

"Berlangsung sekitar 30 menit, cincin tersebut akhirnya bisa terlepas dari jari manis korban," katanya.

Menurut Amri, peristiwa pelepasan cincin dari jari seseorang bukan kali pertama dilakukan Damkar Lamongan.

Amri menyebut sudah banyak orang yang meminta bantuan melepas cincin di tempatnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved