Selasa, 21 April 2026

Surya Militer

KRI GNR 332 hingga KRI Diponegoro 365 TNI AL Siap Hadapi US Navy di Laut Jawa, Berikut Kehebatannya

Tiga kapal perang TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai 332 hingga KRI Diponegoro 365, siap menghadapi angkatan laut Amerika Serikat atau US Navy.

Puspen TNI
KRI GNR 332, satu dari 3 kapal perang TNI AL yang Siap Hadapi US Navy di Laut Jawa. 

SURYA.co.id - Tiga kapal perang andalan TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365 dan KRI Ajak 653, siap menghadapi angkatan laut Amerika Serikat atau US Navy.

Melansir dari tni.mil.id, TNI AL mengerahkan tiga unsur kapal perang dari Koarmada II untuk menghadapi armada US Navy.

Ketiganya yakni KRI I GNR 332, KRI Diponegoro 365 , dan KRI Ajak 653 yang saat ini berada di sekitar perairan Laut Jawa, usai bertolak dari Dermaga Semampir Barat Koarmada II.

Komandan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II yang ikut on board di KRI GNR-332, Kolonel Laut (P) Heri Tribowo membenarkan jika tiga kapal perang dan sebuah heli panther milik TNI AL telah berada di sekitar perairan Laut Jawa.

Dalam rangka Fase Laut (Sea Phase) atau Tahap Manuver Lapangan yang merupakan puncak dari Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2021 antara TNI AL dengan US Navy.

Kolonel Heri Tribowo yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas Latma CARAT 2021 mengatakan, dalam latihan tahun ini US Navy melibatkan dua kapal perangnya yakni USS Jackson, dan USNS Milinocket.

Keduanya tiba di Surabaya pada Jumat (5/11) lalu.

Sehingga total ada lima unsur kapal perang dari kedua pihak yang terlibat dalam manuver lapangan, yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 November 2021.

Selain itu masing-masing delegasi juga menyertakan helikopter untuk mendukung pelaksanaan sejumlah serial latihan nantinya.

Lantas, seperti apa kehebatan 3 kapal perang TNI AL tersebut?

1. KRI I Gusti  Ngurah Rai 332

Melansir dari Antara, KRI I Gusti Ngurah Rai merupakan kapal kedua proyek kapal SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) dan masuk dalam kelas perusak kawal peluru kendali dengan tipe 10514 dan nomor proyek W000294.

Kapal ini merupakan hasil kerja sama alih teknologi antara PT PAL Indonesia dengan perusahaan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Ship Building (DSNS).

Tanda tangan kontrak pembangunan kapal perang TNI AL kelas SIGMA ini dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Yudhoyono, pemotongan plat perdana pada 17 September 2014, peletakan lunas perdana pada 18 Januasi 2016, dan peluncuran badan kapal pada 20 September 2016, untuk selanjutnya diuji layar.

Kapal perang TNI AL ini mampu membawa 120 kru kapal dan memiliki kecepatan 28 knots/jam.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved