Selasa, 14 April 2026

KBI Gelar Edukasi SRG lewat Kuliah Umum untuk Mahasiswa

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI, terus agresif melakukan edukasi di berbagai kalangan.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI, terus agresif melakukan edukasi di berbagai kalangan tentang Sistem Resi Gudang (SRG).

Salah satunya dengan menggelar kuliah umum tentang SRG di Universitas Sebelas Maret Surakarta yang digelar Rabu (3/11/2021) lalu. 

Kegiatan yang diikuti oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, merupakan bagian dari upaya KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat dari instrument resi gudang kepada masyarakat.

Agung Rihayanto, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan, kegiatan edukasi kepada mahasiswa tentunya menjadi hal yang penting dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait resi gudang.

"Para mahasiswa yang saat ini tengah menimba ilmu di perguruan tinggi, tentunya kedepan setelah lulus akan menjadi pelaku ekonomi masyarakat," kata Agung, Kamis (4/11/2021). 

Untuk itu perlu pemahaman yang baik terkait Resi Gudang, sehingga mampu menjadi ujung tombak dalam memasyarakatkan serta meningkatkan pemanfaatan resi gudang di Indonesia.

Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Solo mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan KBI dengan adanya Kuliah Umum ini.

"Materi Kuliah umum tentang Sistem Resi Gudang ini merupakan sesuatu hal yang baru bagi mahasiswa. Sistem Resi Gudang tentunya merupakan terobosan yang diharapkan dapat membantu petani serta kelompok tani maupun usaha kecil dan menengah, yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan terutama melalui pinjaman kredit," beber Prof Djoko.

Dengan mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan KBI  ini, diharapkan dapat membuka wacana bagi para mahasiswa. Sehingga nantinya dapat ikut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia.

Widiastuti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), yang turut hadir dalam kuliah umum ini mengatakan,

Bappebti sangat mengapresiasi apa yang dilakukan KBI dengan memberikan edukasi dan sosialisasi terkait Sistem Resi Gudang kepada para mahasiswa, yang tentunya ini dalam upaya bersama untuk mendorong keberhasilan Sistem resi Gudang.

"Selain sosialisasi sebagai bentuk penyampaian informasi dan edukasi, keberhasilan Resi Gudang dapat dirasakan apabila 5 faktor kunci keberhasilan dapat terpenuhi," ungkap Widiastuti.

Yaitu Kordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah, Profesionalitas Pengelola Gudang, adanya Kelengkapan dan dukungan Lembaga, sarana prasarana serta infrastruktur, adanya akses hulu sampai dengan hilir  dan Pemilik komoditi yang mandiri.

"Kedepan Bappebti akan terus mengajak para pemangku kepentingan dalam ekosisitem resi gudang, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat resi gudang," ungkap Widiastuti.

Sistem Resi Gudang, merupakan kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan dan penyelesaian transaksi Resi Gudang.

Sedangkan Resi Gudang, adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved